Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas investasi digi-talisasi terhadap kinerja perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan tahunan enam perusahaan ritel: Alfamart, Indomaret, Ace Hardware, Matahari, Ramayana, dan Electronic City selama periode 2020–2024. Analisis dilakukan berdasarkan empat perspektif BSC, yaitu keuangan, proses bisnis internal, pelanggan, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alfamart memiliki kinerja tertinggi dengan skor total 19 (sangat baik), diikuti oleh Ace Hardware dan Indomaret dengan skor 17 (baik). Perusahaan yang menerapkan digitalisasi secara menyeluruh menunjukkan kinerja lebih seimbang di seluruh per-spektif dibandingkan dengan perusahaan yang masih menerapkan digitalisasi parsial. Sementara Ra-mayana mencatat skor terendah (8), mencerminkan keterlambatan dalam transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya bergantung pada investasi teknologi, tetapi juga pada kesiapan organisasi dan budaya pembela-jaran yang adaptif. Balanced Scorecard terbukti efektif dalam menilai keseimbangan antara hasil finan-sial dan nonfinansial dalam konteks transformasi digital ritel.
Copyrights © 2025