Studi ini menganalisis pengaruh stabilitas keuangan dan kedalaman keuangan terhadap aliran Foreign Direct Investment (FDI) di negara-negara ASEAN-5 selama periode 2013-2023. Berangkat dari paradigma eklektik OLI (Dunning) dan teori pertumbuhan endogen, penelitian ini mengintegrasikan indikator stabilitas perbankan (Non-Performing Loans/NPLs, Bank Capital Adequacy Ratio/BCAR, dan selisih suku bunga) serta indikator kedalaman keuangan (kredit domestik ke sektor swasta, kapitalisasi pasar saham, dan likuiditas pasar modal) dalam satu kerangka empiris. Menggunakan data panel dan pendekatan statis (FE/RE) serta dinamis (System-GMM), studi ini menemukan bahwa dalam kerangka statis jangka panjang, stabilitas dan kedalaman keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Namun, dalam model dinamis jangka pendek, kedalaman keuangan menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, sementara stabilitas keuangan tidak signifikan, menunjukkan adanya biaya penyesuaian dan risiko transisi selama fase ekspansi keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa peran sistem keuangan terhadap FDI bersifat kontekstual dan bergantung pada cakupan waktu analisis. Implikasi kebijakan menyoroti pentingnya keseimbangan antara mendalamkan sektor keuangan dan memperkuat stabilitas untuk menarik FDI berkualitas dan berkelanjutan di ASEAN.
Copyrights © 2026