Henry Windrianto Darmoko
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TANTANGAN PRATEK AKUNTANSI DI RANAH SOSIAL POLITIK Henry Windrianto Darmoko
JAMER : Jurnal Akuntansi Merdeka Vol. 5 No. 2 (2024): JAMER (Jurnal Akuntansi Merdeka)
Publisher : Universitas Merdeka Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33319/jamer.v5i2.128

Abstract

This Study is a narrative research that falls within thw realm of qualitative research. It reveals evidence of the existence of accounting practices in the socio-political sphere, particulary in the context of elections. In Indonesia, political parties participating in elections are required to prepare and submit campaign finance reports to the General Election Commission (KPU). These campaign finance reports are designed based on accounting principles. The reports prepared by political parties are subject to audit by a Public Accounting Firm (KAP) appointed by the KPU. However, the presence of accounting in this socio-political domain faces challenges, as the audit result of the campaign finance reports do not appear to have any impact on the election outcomes or on the participating political parties. Consequently, the auditing of campaign finance reports is deemed a futile exercise, as there is no discernible difference in the election result with or without the audist. Penelitian ini merupakan penelitian naratif yang masuk dalam penelitian kualitatif. Penelitian ini mengungkapkan bukti-bukti eksistensi dari penerapan ilmu akuntansi di ranah sosial politik, khususnya dalam kontek pemilu. Dalam pemilu di Indonesia, partai politik peserta pemilu wajib Menyusun dan menyerahkan laporan dana kampanye kepada KPU. Laporan dana kampanye tersebut didesain dengan konsep akuntansi. Laporan dana kampanye yang telah dibuat oleh partai politik akan diaudit oleh Kantor Akutan Publik (KAP) yang ditunjuk oleh KPU. Dalam eksistensi ilmu akuntansi pada ranah sosial politik ini ternyata memiliki tantangan. Dimana hasil audit atas laporan dana kampanye ternyata tidak memiliki dampak apapun terhadap hasil pemilu ataupun terhadap partai politik peserta pemilu. Sehingga audit atas laporan dana kampanye dikatakan sebagai pekerjaan yang sia-sia karena ada dan tidak adanya audit atas laporan dana kampanye tidak memiliki perbedaan.
PENGARUH FINANCIAL STABILITY DAN FINANCIAL DEPTH TERHADAP FOREIGN DIRECT INVESTMENT PADA PASAR MODAL SEBAGAI INDIKATOR KEDALAMAN KEUANGAN ASEAN TAHUN 2013 - 2023 Wira Ganet Aribowo; Sodik; Henry Windrianto Darmoko
MANAJEMEN DEWANTARA IN PRESS (2026)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/md.v10i1.22011

Abstract

Studi ini menganalisis pengaruh stabilitas keuangan dan kedalaman keuangan terhadap aliran Foreign Direct Investment (FDI) di negara-negara ASEAN-5 selama periode 2013-2023. Berangkat dari paradigma eklektik OLI (Dunning) dan teori pertumbuhan endogen, penelitian ini mengintegrasikan indikator stabilitas perbankan (Non-Performing Loans/NPLs, Bank Capital Adequacy Ratio/BCAR, dan selisih suku bunga) serta indikator kedalaman keuangan (kredit domestik ke sektor swasta, kapitalisasi pasar saham, dan likuiditas pasar modal) dalam satu kerangka empiris. Menggunakan data panel dan pendekatan statis (FE/RE) serta dinamis (System-GMM), studi ini menemukan bahwa dalam kerangka statis jangka panjang, stabilitas dan kedalaman keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap FDI. Namun, dalam model dinamis jangka pendek, kedalaman keuangan menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, sementara stabilitas keuangan tidak signifikan, menunjukkan adanya biaya penyesuaian dan risiko transisi selama fase ekspansi keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa peran sistem keuangan terhadap FDI bersifat kontekstual dan bergantung pada cakupan waktu analisis. Implikasi kebijakan menyoroti pentingnya keseimbangan antara mendalamkan sektor keuangan dan memperkuat stabilitas untuk menarik FDI berkualitas dan berkelanjutan di ASEAN.