Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru di Provinsi Kalimantan Tengah merupakan habitat penting bagi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), namun kawasan ini berpotensi mengalami gangguan akibat kegiatan manusia. Oleh sebab itu, diperlukannya langkah awal upaya konservasi dengan menentukan lokasi yang sesuai sebagai habitat Orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian habitat Orangutan di KHDTK Mungku Baru menggunakan model Maximum Entropy (MaxEnt). Penelitian ini menggunakan variabel kelerengan, ketinggian, jarak dari jalan, jarak dari pertambangan emas ilegal, dan penutupan lahan serta data kehadiran Orangutan, semua data tersebut dianalisis menggunakan model Maxent. Hasil penelitian habitat Orangutan berdasarkan analisis kurva respon menunjukan bahwa terdapat pada kelerengan 5-20%, dilanjutkan pada ketinggian 30-60 mdpl, dekat dengan sungai ≤ 200 meter, jarak dari tambang emas ± 1000 meter, dan penutupan hutan rawa sekunder dan hutan lahan kering sekunder. Tingkat kepentingan variabel yang berpengaruh untuk menyusun model kesesuaian habitat Orangutan adalah variabel penutupan lahan. Akurasi pendugaan kesesuaian habitat Orangutan berdasarkan nilai AUC adalah sebesar 0.806 (baik). Penelitian ini merekomendasikan dalam penyusunan skala prioritas pengelolaan habitat Orangutan di KHDTK Mungku Baru dengan mempertahankan penutupan hutan dan memperhatikan aspek sosial agar pertambangan emas tidak mengalami perluasan pada masa depan yang berpotensi mengganggu habitat.
Copyrights © 2025