Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mitigating Climate Change Towards Livable City (Case: Bandung City, West Java) Ekawati, June; Sofari, Herdi; Rahmawati, Winda; Permata, Suci Indah; Setiawan, Edo
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1, 2023
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jadu.v6i1.21612

Abstract

The increase in environmental problems due to climate change means that people in big cities need to carry out mitigation by reducing carbon emissions in their residential areas to make city areas more livable. This research aims to explore various problems and impacts of climate change in the city of Bandung as well as mitigation efforts carried out by the community to reduce carbon emissions while creating a livable city. The research method is qualitative-descriptive with primary data collection through interviews and field observations. The research was conducted in 4 urban village settlement locations, namely Cibunut Kampong in Kebon Pisang sub-district, Antapani Tengah sub-district, Neglasari sub-district, and Cisaranten Kidul sub-district, Bandung City. The research results showed that there are several spatial and environmental problems in the effort to achieve a livable Bandung City. The climate change mitigation efforts that have been implemented by the community in their residential areas while creating a more livable city area are by adding and managing green open space, independent waste management, managing Buruan sae (Urban farming) programs and vertical gardens, creating bio pores and absorption wells, maintaining environmental cleanliness and establishing collaboration with various related institutions
Rancang Bangun Alat Amplas 2 in 1 untuk Industri Kayu Skala Kecil Setiawan, Edo; Effendi, Sairul; Utami, Ogi Meita
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 07 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i07.2491

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe alat amplas 2 in 1 dengan pendekatan Research and Development berbasis Design Thinking guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan ergonomis dalam proses finishing kayu pada industri skala kecil. Proses pengembangan dilakukan melalui lima tahap: empathize, define, ideate, prototype, dan test, dengan melibatkan pengrajin kayu dan mahasiswa teknik mesin sebagai pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe mampu mempercepat waktu pengerjaan hingga 35% dibanding metode manual, menghasilkan kualitas permukaan lebih halus (Ra 1.1–1.3 μm), serta konsumsi energi yang relatif hemat (0.40–0.45 kWh per m²). Skor kenyamanan pengguna juga meningkat (4.3–4.5 pada skala 5). Temuan ini menunjukkan bahwa alat amplas 2 in 1 layak diterapkan sebagai solusi teknologi tepat guna bagi UMKM kayu sekaligus media pembelajaran di pendidikan vokasi.
Pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Riau Setiawan, Edo; Fitri, Kurniawaty; Rifqi, Ahmad
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode survei dengan penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan BAZNAS Provinsi Riau yang dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan regresi berganda melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan, serta kepuasan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, disiplin kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen BAZNAS Provinsi Riau untuk memperkuat disiplin kerja, meningkatkan motivasi melalui fasilitas dan kondisi kerja, serta memperhatikan kepuasan kerja melalui upah dan hubungan antar rekan, guna mendorong peningkatan kinerja karyawan.
Green Open Space sebagai Fasilitas Belajar di Lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Setiawan, Edo; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2023: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau di lingkungan kampus merupakan suatu potensi ruang belajar yang menarik dan kondusif bagi civitas akademika. Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki jumlah ruang terbuka hijau yang cukup banyak, sejumlah 40% Kampus 2 UMS merupakan area hijau. Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah hubungan antara manfaat ruang terbuka hijau dan proses kenyamanan belajar civitas akademik di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tahapan penelitian yang dilakukan dengan cara mengkombinasikan data primer yang telah di dapat secara langsung pada lokasi penelitian dengan data sekunder yang di dapatkan dari studi literatur. Pada penelitian ini peneliti mendapat sumber data mengenai ruang terbuka di Kampus II UMS dari narasumber yaitu mahasiswa UMS yang dapat dipercaya dan digali informasinya, sehingga peneliti menggunakan pendekatan kualitatif sebagai metode penelitian guna mendapatkan deskripsi yang jelas tentang data dan informasi yang dibutuhkan. Kampus II universitas muhammdiyah Surakarta memiliki sekitar 41 jenis tanaman atau vegetasi yang memiliki fungsi masing-masing. Serta dari 5 objek dalam penelitian 4 diantaranya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau sebagai media belajar.
PENERAPAN MODEL MAXIMUM ENTROPY KESESUAIAN HABITAT ORANGUTAN KHDTK MUNGKU BARU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Setiawan, Edo; Wulandari, Afifah Kiki Dwi; Sadha, Maria Skolastika; Paradisa, Nazla; Iskandar, Beni
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.20194

Abstract

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru di Provinsi Kalimantan Tengah merupakan habitat penting bagi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), namun kawasan ini berpotensi mengalami gangguan akibat kegiatan manusia. Oleh sebab itu, diperlukannya langkah awal upaya konservasi dengan menentukan lokasi yang sesuai sebagai habitat Orangutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian habitat Orangutan di KHDTK Mungku Baru menggunakan model Maximum Entropy (MaxEnt). Penelitian ini menggunakan variabel kelerengan, ketinggian, jarak dari jalan, jarak dari pertambangan emas ilegal, dan penutupan lahan serta data kehadiran Orangutan, semua data tersebut dianalisis menggunakan model Maxent.  Hasil penelitian habitat Orangutan berdasarkan analisis kurva respon menunjukan bahwa terdapat pada kelerengan 5-20%, dilanjutkan pada ketinggian 30-60 mdpl, dekat dengan sungai ≤ 200 meter, jarak dari tambang emas ± 1000 meter, dan penutupan hutan rawa sekunder dan hutan lahan kering sekunder. Tingkat kepentingan variabel yang berpengaruh untuk menyusun model kesesuaian habitat Orangutan adalah variabel penutupan lahan. Akurasi pendugaan kesesuaian habitat Orangutan berdasarkan nilai AUC adalah sebesar 0.806 (baik). Penelitian ini merekomendasikan dalam penyusunan skala prioritas pengelolaan habitat Orangutan di KHDTK Mungku Baru dengan mempertahankan penutupan hutan dan memperhatikan aspek sosial agar pertambangan emas tidak mengalami perluasan pada masa depan yang berpotensi mengganggu habitat.