Penelitian ini bertujuan untuk memahami kecenderungan konsumsi emosional dan coping stress melalui aktivitas dugem di kalangan mahasiswa urban Jakarta Selatan. Aktivitas dugem seringkali dipakai mahasiswa sebagai bentuk pelarian emosional dari tekanan akademik, sosial, dan kehidupan kota yang padat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan instrumen berupa kuesioner skala Likert 1–5 yang disebarkan kepada 20 mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang berdomisili di wilayah Jakarta Selatan. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Google Form dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menggunakan aktivitas dugem sebagai cara untuk mengatur emosi, membangun relasi sosial, dan memberikan penghargaan terhadap diri sendiri (self-reward). Namun, sebagian responden juga menyadari adanya dampak negatif seperti rasa bersalah, kelelahan, dan pengeluaran berlebih setelah dugem. Temuan ini memberikan gambaran bahwa perilaku dugem merupakan bentuk coping emosional yang bersifat sementara dan berhubungan erat dengan pola konsumsi hedonik mahasiswa urban.
Copyrights © 2025