Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dalam konteks masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan media Dakota (Dakon Matematika) pada siswa kelas V SDN Ketegan. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes formatif berupa LKPD dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran awal yang berpusat pada ceramah hanya menghasilkan ketuntasan sekitar 70%. Setelah penggunaan media Dakota, ketuntasan belajar meningkat menjadi sekitar 85%, disertai perubahan pada cara siswa memahami pola kelipatan dan menyelesaikan soal kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa media Dakota efektif membantu siswa memahami konsep KPK secara lebih konkret dan bermakna. This classroom action research aims to improve student learning outcomes on the Least Common Multiple (LCM) material in the context of real-life problems through the use of Dakota media (Dakon Matematika) for fifth-grade students of Ketegan Elementary School. This study uses a Classroom Action Research (CAR) model implemented in two cycles with the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Learning outcome data were collected through formative tests in the form of LKPD and analyzed descriptively quantitatively to determine student learning completeness. The results showed that initial learning centered on lectures only resulted in completeness of around 70%. After the use of Dakota media, learning completeness increased to around 85%, accompanied by changes in how students understand multiple patterns and solve contextual problems. These findings indicate that Dakota media is effective in helping students understand the concept of LCM in a more concrete and meaningful way.
Copyrights © 2025