Kasus perundungan di kalangan peserta didik Sekolah Dasar menunjukkan kecenderungan meningkat dan berimplikasi pada gangguan kesehatan, baik secara jasmani maupun psikologis, yang berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kecenderungan perilaku bullying ditinjau dari aspek jenis kelamin pada siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif komparatif. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dan VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara perilaku perundungan pada siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki cenderung lebih dominan dalam bentuk bullying fisik, sementara siswa perempuan lebih sering terlibat dalam bullying verbal dan relasional. Perbedaan jenis kelamin diduga memengaruhi variasi bentuk serta tingkat intensitas perilaku bullying di lingkungan sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif serta responsif terhadap perbedaan gender.
Copyrights © 2025