Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

BAKTERI Lactobacillus spp DAN PERANANNYA BAGI KEHIDUPAN Aini, Milfa; Rahayuni, Sri; Mardina, Vivi; Quranayati, Quranayati; Asiah, Nur
Jurnal Jeumpa Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Jeumpa
Publisher : Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Samudra University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v8i2.3154

Abstract

Kelompok BAL (Bakteri Asam Laktat) yaitu berasal dari genus Lactobacillus terdiri dari hampir 80 spesies berbeda. Jenis Lactobacillus terdiri dari dua kelompok yang bersifat heterofermentatif dan homofermentatif. Spesies dari bakteri Lactobacillus yang tergolong homofermentatif adalah Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus thermophiles, Lactobacillus lactis, dan Lactobacillus acidophilu. Spesies bakteri yang bersifat heterofermentatif adalah Lactobacillus Fermentum. Bakteri Asam Laktat (BAL) adalah bakteri yang digunakan sebagai probiotik. Genus Lactobacillus terdiri atas banyak spesies yang digunakan untuk fermentasi dan pengawet makanan. Ada 106 spesies Lactobacillus, namun hanya 56 spesies berpotensi sebagai probiotik. Penelitian ini menggunakan metode adalah deskriptif restrospektif. Sampel penelitian berupa hasil literature dari jurnal dan penelitian yang telah diterbitkan. Tujuan penelitian ini adalah mereview berbagai jenis bakteri Lactobacillus spp dan perananya untuk kehidupan.
Edukasi Dan Pendampingan Terhadap Pengetahuan Dan Pengambilan Keputusan Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin di Aceh Besar Quranayati, Quranayati; Yohana, Laura; Wardani, Mia; Putri, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% menurut Survei Status Gizi Indonesia 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman calon pengantin mengenai stunting dan pentingnya pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi dan pendampingan terhadap pengetahuan serta pengambilan keputusan pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan calon pengantin setelah intervensi, di mana 90,9% peserta awalnya memiliki pengetahuan kategori sedang dan meningkat menjadi kategori tinggi. Semua peserta menunjukkan intensi tinggi untuk mencegah stunting, meskipun masih terdapat kesenjangan antara intensi dan perilaku nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan pencegahan stunting pada calon pengantin
Analisis Perbedaan Perilaku Bullying Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Putri, Rosalia; Ellianufara, Ellianufara; Quranayati, Quranayati
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/et7fcx12

Abstract

Kasus perundungan di kalangan peserta didik Sekolah Dasar menunjukkan kecenderungan meningkat dan berimplikasi pada gangguan kesehatan, baik secara jasmani maupun psikologis, yang berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kecenderungan perilaku bullying ditinjau dari aspek jenis kelamin pada siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif komparatif. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dan VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara perilaku perundungan pada siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki cenderung lebih dominan dalam bentuk bullying fisik, sementara siswa perempuan lebih sering terlibat dalam bullying verbal dan relasional. Perbedaan jenis kelamin diduga memengaruhi variasi bentuk serta tingkat intensitas perilaku bullying di lingkungan sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif serta responsif terhadap perbedaan gender.