Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DETERMINANTS OF HYPERTENSION IN KRUENG BARONA JAYA HEALTH CENTER, ACEH BESAR DISTRICT Wati, Sukma; Zahara, Hafni; Putri, Rosalia
TRANSPUBLIKA INTERNATIONAL RESEARCH IN EXACT SCIENCES Vol. 2 No. 3 (2023): JULY
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/tires.v2i3.1224

Abstract

This research was conducted to investigate the factors influencing the development of hypertension among patients at the Krueng Barona Jaya Health Center in Aceh Besar District. Employing a quantitative cross-sectional research design, the study analyzed data from a sample of 87 individuals selected from a total population of 641. The study focused on several potential determinants of hypertension, including gender, age, family history, physical activity levels, dietary habits, and smoking status. Statistical analysis using the chi-square test revealed significant associations between hypertension and three factors: gender, age, and diet. These findings suggest that being female, older, and having specific dietary patterns increased the likelihood of developing hypertension in this population. Conversely, family history and physical activity levels were not found to be significantly associated with hypertension in this particular study. These results highlight the importance of considering gender, age, and dietary modifications in hypertension prevention and management strategies for the population served by the Krueng Barona Jaya Health Center.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF MOTHER'S KNOWLEDGE WITH THE INCIDENT OF DIARRHEA IN TODDLER IN THE BATOH HEALTH CENTER, KOTA BANDA ACEH Zahara, Hafni; Putri, Rosalia; Destry, Ririn
PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS Vol. 2 No. 4 (2023): OCTOBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/comorbid.v2i4.1109

Abstract

The study aimed to investigate the relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers within the jurisdiction of the Batoh Community Health Center in Banda Aceh City. Diarrhea is identified as the leading cause of death in infants and toddlers, leading to poor nutritional status and growth failure. Accidental sampling was utilized as the method for selecting participants in this study. The findings revealed that out of the total participants, 8 individuals (33.3%) had low maternal knowledge regarding the incidence of diarrhea in toddlers, while 14 individuals (27.5%) had high knowledge in this area. On the other hand, 16 individuals (66.7%) had low knowledge regarding the absence of diarrhea in toddlers, while 37 individuals (72.5%) had high knowledge in this area. To determine the relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers, the Chi-Square test was conducted. The test yielded a p-value of 0.803, which indicates that there is no significant relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers within the Batoh Community Health Center's jurisdiction in Banda Aceh City. These findings suggest that maternal knowledge alone may not be the sole determinant of the occurrence of diarrhea in toddlers. Other factors such as hygiene practices, access to clean water, and proper sanitation may also play a significant role in preventing diarrhea in this population. Further research is needed to explore these factors and develop comprehensive interventions to reduce the incidence of diarrhea in infants and toddlers in this community.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF MOTHER'S KNOWLEDGE WITH THE INCIDENT OF DIARRHEA IN TODDLER IN THE BATOH HEALTH CENTER, KOTA BANDA ACEH Zahara, Hafni; Putri, Rosalia; Destry, Ririn
PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS Vol. 2 No. 4 (2023): OCTOBER
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/comorbid.v2i4.1109

Abstract

The study aimed to investigate the relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers within the jurisdiction of the Batoh Community Health Center in Banda Aceh City. Diarrhea is identified as the leading cause of death in infants and toddlers, leading to poor nutritional status and growth failure. Accidental sampling was utilized as the method for selecting participants in this study. The findings revealed that out of the total participants, 8 individuals (33.3%) had low maternal knowledge regarding the incidence of diarrhea in toddlers, while 14 individuals (27.5%) had high knowledge in this area. On the other hand, 16 individuals (66.7%) had low knowledge regarding the absence of diarrhea in toddlers, while 37 individuals (72.5%) had high knowledge in this area. To determine the relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers, the Chi-Square test was conducted. The test yielded a p-value of 0.803, which indicates that there is no significant relationship between maternal knowledge and the occurrence of diarrhea in toddlers within the Batoh Community Health Center's jurisdiction in Banda Aceh City. These findings suggest that maternal knowledge alone may not be the sole determinant of the occurrence of diarrhea in toddlers. Other factors such as hygiene practices, access to clean water, and proper sanitation may also play a significant role in preventing diarrhea in this population. Further research is needed to explore these factors and develop comprehensive interventions to reduce the incidence of diarrhea in infants and toddlers in this community.
Uji Efikasi Granulasi Ekstrak Ethanol Daun Pule Dan Bunga Pule (Alstonia Scholaris) Terhadap Larva Aedes Aegypti Sebagai Vektor Deman Berdarah Dengue (DBD) Ajaratudur, Ajaratudur; Kala, Pasyamei Rembune; Putri, Rosalia
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i5.69

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. virus dengue disebabkan oleh satu dari 4 virus dengue berbeda dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tanaman pulai Alstonia scolaris mengandung alkaloid, tanin, saponin, triterpenoids, dan flavonoid. Seyawa flavonoid dan saponin memiliki potensi menjadi larvasida alami. Tujuan penelitian untuk menguji efikasi granulasi ekstrak ethanol dari daun pule dan bunga pule memiliki potensi sebagai larvasida efektif terhadap larva Aedes aegypti. Penelitiian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yaitu melakukan pengujian laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui kandungan ekstrak tanaman bunga pulai dan daun pulai untuk penyakit DBD. Riset ini dilakukan pada bulan maret 2024. Sampel larva Ae. aegypti untuk uji efikasi larvasida diambil dari tempat penampungan air bersih di dalam rumah masyarakat di Kota Banda Aceh. Identifikasi spesies dan uji efikasi akan dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Pemberian ekstrak ethanol bunga pulai  berpengaruh terhadap larva aedes aegypti dimana ekstrak daun  pulai berpotensi sebagai insektisida nabati karena memiliki kandungan senyawa tanin, saponin dan flavanoid. Senyawa ini bersifat toksik terhadap larva yang dapat berbentuk antifeedant (penghambat makan), repellent (penolak), menyebabkan kematian,menghambat peneluran, mengganggu perkembangan dan reproduksi. Hasil pada tiap konsentrasi terdapat juga kenaikan jumlah larva aedes aegypti yang mati dapat disimpulkan bahwasanya ada pengaruh dari pemberian estrak daun pulai sebagai insektisida terhadap larva aedes aegypti. perlakuan dengan konsentrasi 50% adalah konsentrasi yang paling efektif dalam menurunkan jumlah larva aedes aegypti dibandingkan dengan konsentrasi 12,5%, 25%, . Semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga pulai yang digunakan, maka semakin banyak pula kandungan tanin,saponin dan flavonoid yang terdapat dalam ekstrak tersebut yang akan berpengaruh pada hasil perlakuan. Jadi dapat disimpulkan bahwasanya pemakaian ekstrak daun dan bunga pulai efektif sebagai insektisida larva Ae. Aegypti. Disarankan Bagi masyarakat ekstrak daun dan bunga pulai dapat berfungsi sebagai insektisida baik untuk larva Ae. Aegypti. Disarankan Bagi masyarakat dapat menggunakan ekstrak daun dan bunga pulai untuk membunuh Ae. Aegypti karena ekstrak daun dan bunga pulai ramah lingkungan.
Analisis Kandungan Pestisida Pada Air Aliran Sawah Yang Di Konsumsi Masyarakat Gampong Pante Kuyun Kabupaten Aceh Jaya Jannah, Rauzatul; Nurdin, Ambia; Putri, Rosalia
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i5.70

Abstract

Di Indonesia, para petani sering menggunakan insektisida untuk mengatasi hama karena mudah didapatkan dan efeknya cepat terlihat. Profenofos adalah salah satu insektisida yang disarankan untuk memerangi lalat buah. Pestisida pada umumnya dikenal sebagai pembasmi hama. Dalam sektor pertanian, berbagai senyawa kimia digunakan, termasuk pupuk dan pestisida. Studi ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium untuk menentukan tingkat pestisida dalam air irigasi sawah yang digunakan oleh warga Gampong Pante Kuyun, Aceh Jaya, dari Februari hingga Juni 2024. Sampel air diambil dari dua lokasi di sawah Gampong Pante Kuyun dan dianalisis di Laboratorium Ketahanan Pangan Provinsi Aceh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak ada residu pestisida organofosfat terdeteksi di air sawah, dengan kadar di bawah batas maksimum yang diizinkan (0,1 ppm). Meskipun petani di area tersebut banyak menggunakan pestisida jenis organofosfat, tidak ditemukan residu pestisida dalam air, kemungkinan karena proses hidrolisis yang disebabkan oleh air, kondisi banjir, atau interaksi dengan mikroba. Proses degradasi lain yang dapat terjadi di ekosistem sawah yang tergenang air juga mungkin berpengaruh.
Sosialisasi Dampak Perilaku Merokok Terhadap Perkembangan Kognitif Pada Remaja Putri, Rosalia; Rahayu, Dian; Pratama, Angga Satria; Safitri, Erna; Fitria, Ully; Najikhah, Nur; Hidayatullah, Mhd.; Ellianufara, Ellianufara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 3 (2025): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i3.112

Abstract

Usia remaja yang cenderung sedang dalam proses pertumbuhan fisik dan psikologis sangat labil dalam mengambil sebuah Keputusan. Lingkungan interpersonal sangat mempengaruhi perilaku merokok  pada remaja. penduduk Indonesia yang mengkonsumsi tembakau, 9,1% diantaranya adalah remaja berusia 10-18 tahun, dimana usia 13-15 tahun merupakan periode dimana paling sering ditemukan remaja yang mencoba rokok untuk pertama kalinya. Tahap awal pelaksanaan, sebelum pemaparan materi responden diminta untuk menjawab soal prestets. Kemudian dilanjutkan pemberian informasi terkait dampak perkembangan kognitif terhadap perilaku merokok reponden. Diakhir sesi para responden kembali diminta mengisi postest untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman materi yang telah disampaikan. sebelum penyampaian materi terkait dampak merokok sebesar 73% remaja memiliki pengetahuan rendah terhadap efek samping perilaku merokok terhadap perkembangan kognitif. Setelah sosialisasi sebagian besar remaja 89% terjadi peningkatan pengetahuan terkait dampak merokok terhadap perkembangan kognitif. Merokok bukan hanya menjadi beban finansial namun juga berdampak pada penurunan kapasitas mental dan timbul masalah Kesehatan. Merokok menyebabkan terganggunya perkembangan korteks serebral yang merupakan bagian terpenting pada otak untuk kemampuan berfikir, meyimpan memori dan kapasitas penguasaan. Kebiasaan seorang perokok mempunyai pengaruh negative terhadap kemampuan kognitif sehingga terjadi pengurangan sifat dari SDM dibandingkan dengan bukan perokok. Penurunan sifat SDM mengganggu kesejahteraan individu secara luas karena merokok.
Edukasi Dan Pendampingan Terhadap Pengetahuan Dan Pengambilan Keputusan Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin di Aceh Besar Quranayati, Quranayati; Yohana, Laura; Wardani, Mia; Putri, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% menurut Survei Status Gizi Indonesia 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman calon pengantin mengenai stunting dan pentingnya pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi dan pendampingan terhadap pengetahuan serta pengambilan keputusan pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan calon pengantin setelah intervensi, di mana 90,9% peserta awalnya memiliki pengetahuan kategori sedang dan meningkat menjadi kategori tinggi. Semua peserta menunjukkan intensi tinggi untuk mencegah stunting, meskipun masih terdapat kesenjangan antara intensi dan perilaku nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan pencegahan stunting pada calon pengantin
Edukasi Dan Pendampingan Terhadap Pengetahuan Dan Pengambilan Keputusan Pencegahan Stunting Pada Calon Pengantin di Aceh Besar Quranayati, Quranayati; Yohana, Laura; Wardani, Mia; Putri, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 8 (2025): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i8.69

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,6% menurut Survei Status Gizi Indonesia 2022. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman calon pengantin mengenai stunting dan pentingnya pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi dan pendampingan terhadap pengetahuan serta pengambilan keputusan pencegahan stunting pada calon pengantin di wilayah kerja Puskesmas Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan calon pengantin setelah intervensi, di mana 90,9% peserta awalnya memiliki pengetahuan kategori sedang dan meningkat menjadi kategori tinggi. Semua peserta menunjukkan intensi tinggi untuk mencegah stunting, meskipun masih terdapat kesenjangan antara intensi dan perilaku nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa edukasi gizi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman dan tindakan pencegahan stunting pada calon pengantin
Penyuluhan tentang Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Pesantren Babussa’adah Al Munawarah di Desa Ulee Tanoh Kecamatan Tanah Pasir Kab Aceh Utara Srie Wahyuni; Rosalia Putri; Qurananayati Qurananayati; Asmuri Yadna
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2508

Abstract

Adolescence is a transition phase between childhood and adulthood, there are significant changes in various aspects of life. n addition to physical, psychological and social changes, adolescence is also an important time to develop skills, discover interests, and prepare for adult life The importance of early recognition of forms of mental disorders as an effort to reduce the incidence of mental disorders in society. This activity aims to increase adolescent knowledge through socialization about mental health and its treatment. The target of this Community Service activity is students in pesantren Babussa’addah Al Munawarrah di Desa Ulee Tanoh Kecamatan Tanah pasir, Aceh Utara a total of 30 people and activities take place for one day presenting material using the lecture method followed by evaluation. The results of this community service show an increase in knowledge and students' understanding of mental health causes, symptoms, and treatment. Changes in student understanding by showing greater positive responses. It is hoped that this service will contribute to efforts to maintain mental health and improve the psychological well-being of adolescents.
Demographic Profile and Illness Symptoms of Artisanal Gold Miners in Ujung Padang Rasian Health Center Area, South Aceh Lensoni, Lensoni; Putri, Rosalia; Rosdiana, Eka; Rizki, Muhammad; Diffa , Farah; Karma, Taufiq; Nurdin, Ambia
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i3.257

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between demographic characteristics and clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers due to mercury exposure at the UPTD Rasian Ujung Padang Community Health Center Work Area, South Aceh District, Aceh Province. A quantitative descriptive design with a cross-sectional survey approach was employed. The results showed that the most commonly reported chronic toxicity symptoms were headaches (34 respondents), coughing and pain during urination (24 respondents), pelvic pain (23 respondents), and nausea (22 respondents). Regarding acute toxicity symptoms, the majority of respondents experienced muscle cramps (17 respondents), headaches (16 respondents), irritability (3 respondents), and insomnia (2 respondents). Correlation tests indicated that gender was not significantly associated with disease symptoms (p-value = 0.66 > 0.05), while age (p-value = 0.00 < 0.05), education level (p-value = 0.00 < 0.05), and length of employment (p-value = 0.01 < 0.05) showed significant associations. In conclusion, age, education level, and length of employment were significantly associated with the clinical symptoms experienced by artisanal gold mine workers.