Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan strategi pembelajaran berbasis konstruktivisme yang efektif untuk mengembangkan kreativitas pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran seni rupa. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara tuntutan pengembangan kompetensi 4C (termasuk kreativitas) di abad ke-21 dengan praktik pembelajaran seni rupa konvensional yang cenderung menghambat eksplorasi siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka untuk membangun kerangka konseptual. Hasil penelitian secara meyakinkan menunjukkan bahwa strategi konstruktivisme, khususnya melalui model Project-Based Learning (PjBL) dan pembelajaran kontekstual, sangat efektif dalam merangsang kreativitas, berpikir kritis, dan mendorong keberanian siswa untuk bereksperimen (creative courage). Simpulan penelitian ini adalah pendekatan konstruktivisme berhasil mentransformasikan pembelajaran menjadi proses aktif yang memberdayakan siswa, meskipun implementasinya menghadapi tantangan seperti keterbatasan kompetensi guru dan fasilitas teknologi. Peningkatan kompetensi guru dan penyediaan fasilitas seni digital menjadi rekomendasi utama untuk mengoptimalkan dampak strategi ini.
Copyrights © 2025