Banjir merupakan permasalahan berulang yang berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Desa Campa sebagai wilayah hulu sungai memiliki peran strategis dalam pengendalian aliran permukaan, namun upaya mitigasi banjir yang diterapkan selama ini belum mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat petani. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memperkuat pengetahuan lokal petani sebagai dasar perumusan strategi mitigasi banjir berbasis partisipasi masyarakat di wilayah hulu sungai. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, transek desa, pohon masalah, dan diagram venn. Pengabdian dilaksanakan pada 1 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dengan melibatkan petani dan tokoh desa sebagai informan kunci. Hasil kegiatan menunjukkan teridentifikasinya pola pengetahuan lokal terkait tanda alam, pengelolaan lahan, dan titik rawan banjir yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. Integrasi pengetahuan lokal dan pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kesadaran kolektif dan kapasitas mitigasi masyarakat. Kegiatan ini menegaskan pentingnya PRA sebagai strategi penguatan mitigasi banjir yang kontekstual dan berkelanjutan di wilayah hulu sungai.
Copyrights © 2026