Proses rekonstruksi menyeluruh pada mesin krusial, seperti coal mill, di PT SemenIndonesia Pabrik Tuban merupakan aktivitas esensial untuk memastikankesinambungan operasional, namun menimbulkan berbagai potensi risikoKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang cukup signifikan. Penelitian inidiarahkan untuk mengenali, menganalisis, serta mengelompokkan risiko K3 yangmuncul selama aktivitas rekonstruksi menggunakan Metode Monte Carlo. Metodesimulasi probabilistik tersebut diterapkan untuk memetakan ketidakpastian darisembilan kategori bahaya utama yang teridentifikasi, termasuk Ketinggian, PartikelDebu,danMaterial BersuhuTinggi, berdasarkan data dari laporan K3 dan dokumenproyek terkait. Analisis ini menghasilkan skor peringkat risiko untuk setiap jenispekerjaan, yang kemudianmenjadidasardalammerumuskanrekomendasimitigasi.Hasil studi mengungkap bahwa sebagian besar dari 34 jenis pekerjaan rekonstruksimemiliki risiko rendah (nilai 1-4). Namun demikian, penelitian ini menemukanbahaya yang paling signifikan dan kritis, yakni Ketinggian, dengan skor risikotertinggi (nilai 12) yang berpotensi menimbulkan cedera fatal. Tiga pekerjaanspesifik Rekondisi Back Filter Atox Mill Tuban 2, Perbaikan Dupting Outlet EV,dan Service Coal Mill 472RM1 Tuban 2 teridentifikasi memiliki risiko sedang(nilai 5) dalam analisis gabungan, menandakan perlunya pengendalian tambahan.Kesimpulannya, Metode Monte Carlo terbukti efektif dalam mengkuantifikasi danmemprioritaskan risiko K3. Mitigasi sebaiknya difokuskan pada bahayaKetinggian, melalui pengetatan Izin/Permit Ketinggian, penggunaan scaffoldingstandar, serta penerapan wajib Full Body Harness sebagai Alat Pelindung Diri(APD). Implementasi rekomendasi ini diharapkan memperkuat manajemen risikodan memastikan keselamatan kerja selama rekonstruksi.
Copyrights © 2025