Penelitian ini mengkaji kinerja jembatan cable-stayed dengan konfigurasi pylon tunggal asimetris, dengan perhatian utama pada peran kabel dalam pengaturan vertical alignment gelagar. Fokus analisis diarahkan pada pengaruh variasi sudut kemiringan pylon terhadap besarnya tegangan awal kabel (prestress), deformasi vertikal gelagar, dan distribusi gaya prategang pada struktur. Tiga variasi sudut pylon digunakan, yaitu 0°, −10°, dan +10°, yang dianalisis melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Hasil kajian memperlihatkan bahwa sudut kemiringan pylon memengaruhi secara langsung komponen gaya vertikal pada kabel. Konfigurasi pylon −10° menuntut tegangan awal paling tinggi, namun mampu menghasilkan deformasi vertikal paling kecil sehingga lebih efektif dalam mempertahankan kesesuaian vertical alignment dengan desain. Sebaliknya, kemiringan pylon +10° membuat sudut kabel lebih landai sehingga komponen gaya vertikal berkurang dan lendutan gelagar meningkat. Variasi sudut pylon juga memicu perubahan distribusi gaya prategang pada kabel, khususnya pada bentang terpanjang. Dengan demikian, konfigurasi pylon −10° dinilai sebagai alternatif yang paling efisien dalam pengendalian lendutan dan pengaturan vertical alignment pada jembatan cable-stayed asimetris. Kata kunci: cable-stayed, tegangan awal kabel, vertical alignment, sudut pylon, SAP2000
Copyrights © 2025