Penggunaan wiremesh sebagai tulangan pelat lantai pada proyek konstruksi sering menimbulkan limbah material akibat pemotongan yang tidak terencana. Hal ini juga dapat terjadi pada Proyek Pembangunan Gedung Inovasi dan Riset FILKOM UB Tahap 1, di mana pola pemotongan wiremesh yang kurang optimal dapat meningkatkan waste, biaya, dan kebutuhan material. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pendekatan sistematis yang mampu meminimalkan limbah dan mengoptimalkan penggunaan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan wiremesh, memodelkan pola pemotongan yang efisien, serta menentukan persentase limbah melalui penerapan metode integer linear programming pada kasus cutting stock problem. Penelitian menggunakan data struktur dari Dokumen Engineering Design (DED) berupa gambar denah penulangan serta syarat penulangan pelat lantai wiremesh pada tiap lantai, baik area tumpuan maupun lapangan. Pemodelan matematis disusun melalui penentuan variabel keputusan, fungsi tujuan untuk meminimalkan waste, serta fungsi pembatas untuk memenuhi kebutuhan potongan sesuai desain. Perhitungan optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak QM for Windows. Variabel penelitian mencakup jenis pola pemotongan, jumlah pola, dan kombinasi pemotongan untuk tiap lantai. Hasil analisis menunjukkan total kebutuhan wiremesh setelah proses optimalisasi yakni 1.391 lembar dengan luas penulangan sebesar 1.577.394.000 mm². Model menghasilkan 88 pola pemotongan dengan 62 kombinasi pola untuk seluruh lantai. Berdasarkan keseluruhan proses, persentase waste material yang dihasilkan adalah 3,87%, menunjukkan bahwa metode integer linear programming mampu meminimalkan limbah material. Dengan demikian, metode optimasi ini dapat dijadikan acuan dalam manajemen material pada proyek konstruksi. Kata kunci : wiremesh, cutting stock problem, integer linear programming, manajemen waste, pelat lantai
Copyrights © 2026