Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif terbarukan memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan energi sekaligus mengurangi limbah organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor eksternal yang memengaruhi pengembangan pemanfaatan tempurung kelapa dan merancang perencanaan operasional yang efektif. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis PESTEL (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Legal) untuk mengevaluasi faktor eksternal, serta pendekatan SWOT untuk menentukan strategi pengembangan. Dukungan kebijakan pemerintah terhadap energi terbarukan, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, serta ketersediaan bahan baku menjadi faktor pendukung utama. Namun, tantangan seperti teknologi yang belum sepenuhnya berkembang dan persaingan dengan sumber energi lain perlu ditangani. Berdasarkan hasil analisis, perencanaan operasional yang dirancang mencakup pengembangan teknologi karbonisasi, peningkatan efisiensi produksi, serta strategi pemasaran yang berfokus pada edukasi publik. Pemanfaatan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif terbarukan memiliki prospek yang cerah jika didukung oleh perencanaan operasional yang terarah dan kolaborasi multisektor. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025