Media sosial telah menjadi platform untuk meningkatkan praktik pertanian, khususnya dalam memenuhi kebutuhan petani akan informasi, hiburan, dan interaksi sosial. Penelitian ini mengeksplorasi kepuasan petani cabai di Kabupaten Sleman, Indonesia, terhadap penggunaan media sosial sebagai alat pendukung pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods eksplanatori secara berurutan, dengan survei kuantitatif terhadap 149 petani dan wawancara kualitatif lanjutan. Temuan menunjukkan bahwa media sosial menyediakan akses cepat ke informasi pertanian yang akurat, meningkatkan pengambilan keputusan terkait pengendalian hama dan adaptasi iklim, serta memperkuat konektivitas sosial di antara petani. Tingkat kepuasan tinggi dilaporkan pada aspek konten, proses, dan sosial, terutama dalam berbagi informasi dan hiburan. Namun, partisipasi aktif dalam penyebaran pengetahuan pertanian masih terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial dapat melengkapi layanan penyuluhan pertanian tradisional dengan memfasilitasi pertukaran informasi yang efisien dan memperkuat jaringan petani. Rekomendasi praktis diajukan untuk memanfaatkan media sosial guna meningkatkan program penyuluhan pertanian dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
Copyrights © 2025