Novel Atonement karya Ian McEwan menempati posisi penting dalam diskursus sastra kontemporer karena mempertanyakan hubungan antara fiksi, memori, dan tanggung jawab moral melalui strategi metafiksional yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana metafiksi, memori, dan otoritas moral berinteraksi dalam novel serta mengkaji implikasi etis dari konstruksi naratif sebagai bentuk penebusan. Penelitian menggunakan desain kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, mengintegrasikan teori metafiksi (Waugh, Hutcheon), studi memori (Erll, Nora), dan etika naratif. Analisis dilakukan melalui pembacaan tertutup terhadap enam kutipan inti yang merepresentasikan tiga dimensi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi metafiksional mengonstruksi memori bukan sebagai representasi objektif melainkan sebagai produk dari hasrat untuk menguasai; Briony mengklaim otoritas moral secara sepihak dan totaliter melalui mekanisme miniaturisasi; dan novel secara eksplisit mengkritik legitimasi etis penebusan naratif dengan mengidentifikasi paradoks fundamental bahwa kekuasaan absolut penulis justru menghilangkan kemungkinan penebusan autentik. Signifikansi penelitian ini terletak pada integrasi komprehensif tiga dimensi—metafiksi, memori, dan otoritas moral—yang belum dilakukan penelitian sebelumnya. Implikasinya adalah pemahaman bahwa kemampuan mengontrol narasi tidak sama dengan legitimasi moral, dan penebusan autentik memerlukan dialog dengan perspektif orang lain, bukan konstruksi naratif sepihak.
Copyrights © 2025