Penelitian ini menganalisis peran infrastruktur digital publik dalam mendorong literasi digital siswa pedesaan melalui studi kasus di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, di tengah kesenjangan digital desa–kota yang memengaruhi akses pendidikan dan keterampilan teknologi. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman sosial-kultural masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas digital publik seperti WiFi balai desa dan jaringan di SDN 1 Pilanggede. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 partisipan yang terdiri dari siswa, relawan digital, dan warga desa, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur digital publik berperan strategis dalam memperluas akses belajar, memperkuat literasi digital, dan mendorong kolaborasi sosial komunitas. Enam tema utama yang teridentifikasi mencakup fungsi akses digital sebagai ruang belajar, peran infrastruktur sekolah dan desa, keterlibatan masyarakat dalam dukungan teknis, pemanfaatan untuk aktivitas ekonomi dan edukasi, peran orang tua serta relawan, serta dinamika kendala dan kemandirian belajar digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori literasi digital berbasis komunitas di wilayah pedesaan dan menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh partisipasi sosial dan dukungan kultural, dengan implikasi pada pentingnya penguatan kebijakan infrastruktur digital publik dan pelatihan literasi digital berbasis masyarakat.Kata kunci: ▪ Case study ▪ Digital literacy ▪ Digital village ▪ Public digital infrastructure ▪ Rural education
Copyrights © 2025