Pembangunan ekonomi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa Belik, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam pengembangan produk pangan lokal berbasis padi, khususnya Opak Jepit. Namun, proses produksi yang masih manual, keterbatasan manajemen usaha, serta akses pasar yang sempit menjadi hambatan utama dalam pengembangan UMKM ini. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dirancang untuk menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan berbasis teknologi tepat guna, pelatihan manajemen usaha, dan optimalisasi pemasaran digital. Inovasi utama berupa penerapan mesin Buana Opmold mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas, serta mengurangi beban kerja manual. Selain itu, pendampingan dalam literasi keuangan sederhana dan strategi digital marketing membantu memperkuat daya saing produk di pasar lokal maupun online. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi, efisiensi waktu, serta perluasan jangkauan pemasaran. Lebih jauh, program ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM dalam menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendampingan yang terstruktur, UMKM Opak Jepit di Desa Belik berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pelestari identitas kuliner lokal. Kata Kunci: UMKM, Opak Jepit, teknologi tepat guna, Buana Opmold
Copyrights © 2026