Artikel ini membahas fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dengan fokus pada kitab Safinah Kalla Saya’lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana unsur-unsur lokalitas Jawa diintegrasikan ke dalam penafsiran Al-Qur’an oleh Maimun Zubair. Penelitian ini mengambil posisi dalam dinamika kajian tafsir Nusantara yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dan kearifan lokal dalam memahami teks suci. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah penggunaan bahasa dan istilah lokal, kontekstualisasi ajaran Islam dengan budaya setempat, serta pemanfaatan sejarah dan tokoh lokal dalam penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maimun Zubair mampu menjembatani pesan universal Al-Qur’an dengan realitas masyarakat Jawa, sehingga memperkaya khazanah tafsir Indonesia dengan nuansa lokal yang kuat. Vernakularisasi dalam tafsir ini tercermin pada pemilihan istilah Jawa, analogi fenomena sosial-budaya, dan adaptasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya memudahkan pemahaman masyarakat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan tafsir Al-Qur’an di lingkungan pesantren Indonesia.
Copyrights © 2026