Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kontribusi Pemikiran Burhanuddin Al-Biqa’i pada Kitab Nazhmu ar-Durar dan Relevansinya dalam Pendidikan Islam di Era Modern Faizi, Herfi Gulam; Fitriana, M. Azizan; Ariyadi, Syamsul
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 16 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v16i1.3462

Abstract

Pendidikan Islam merupakan salah satu komponen utama dalam membentuk karakter dan kepribadian bangsa. Di era digital 4.0 ini dimana komunikasi yang asalnya partikular menjadi universal, pendidikan agama Islam harus dapat menjadi ruh yang mengarahkan teknologi agar senantiasa bermanfaat dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan Islam menurut Burhanuddin Al-Biqa’i dalam kitab tafsir Nazhmu ar-Durar. Riset ini menggunakan studi pustaka (Library Research) dengan cara membaca dan menelaah literatur yang menjadi objek penelitian. Data dikumpulkan melalui dokumen dan teks yang berkaitan dengan topik kajian, baik berupa buku, artikel jurnal dan lainnya. Hasil studi pustaka menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak boleh bersifat monolitik, namun harus integratif dengan mata pelajaran non agama serta sains dan teknologi agar generasi muda saat ini berkeinginan dan tertarik untuk mempelajari agama dengan baik dan juga pendidikan Islam bisa menjadi nilai yang mewarnai setiap keahlian dan profesi warga negara Indonesia. Dengan demikian, akhlak dan karakter bangsa akan terbangun dengan baik sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dan dicita-citakan oleh undang-undang.
Al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir fî at-Tafsîr (Studi Analisis Kitab Tafsir Fath al-Qadîr Karya Muhammad bin ‘Alî bin Muhammad bin ‘Abdullâh asy-Syaukânî) Wahyudi, Wahyudi; Ulinnuha, Muhammad; Ariyadi, Syamsul
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3783

Abstract

Penelitian ini mengkaji salah satu cabang ilmu tafsir yang berkaitan erat dengan ilmu bahasa, yaitu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir. Secara khusus, penelitian ini menelaah penerapan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam kitab tafsir Fath al-Qadîr al-Jâmi' Baina Fannay ar-Riwâyah wa ad-Dirâyah min 'Ilmi at-Tafsîr karya Imam asy-Syaukânî, dengan fokus pada tiga lafazh terpilih, yaitu hudâ, ?asanah, dan ra?mah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam makna (al-Wujûh) serta kata-kata yang memiliki kesamaan makna (an-Nazhâ`ir) dari ketiga lafazh tersebut dalam tafsir asy-Syaukânî, sekaligus menunjukkan signifikansi ilmu ini dalam menghasilkan penafsiran Al-Qur’an yang akurat dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, yang mengandalkan analisis teks terhadap kitab tafsir Fath al-Qadîr sebagai sumber data primer, serta sejumlah literatur pendukung yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk menguraikan makna dan hubungan semantik antarlafazh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tafsir Fath al-Qadîr, lafazh hudâ memiliki setidaknya 20 makna berbeda (al-Wujûh) dan 4 lafazh yang semakna (an-Nazhâ`ir). Lafazh ?asanah memiliki 18 makna dengan 1 lafazh yang semakna, sedangkan lafazh ra?mah memiliki 19 makna dengan 6 lafazh yang semakna. Meskipun ketiga lafazh tersebut memiliki makna dasar masing-masing, dalam konteks ayat tertentu maknanya dapat bergeser jauh dari makna asalnya. Pergeseran ini justru diperlukan agar penafsiran sesuai dengan konteks ayat dan tidak menimbulkan kerancuan. Kesimpulan dari penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penguasaan ilmu al-Wujûh wa an-Nazhâ`ir dalam menafsirkan Al-Qur’an. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap keragaman dan kesamaan makna lafazh, risiko kesalahan penafsiran menjadi besar.
Tafsir Ekologi: Metodologi dan Aplikasinya dalam Kelestarian Lingkungan dan Pemanasan Global Tohir, Abdul Illah; Ariyadi, Syamsul; Safe'I, Abdullah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5608

Abstract

Tafsir ekologi adalah metode penafsiran Al-Qur'an yang memfokuskan pada pelestarian lingkungan dan isu pemanasan global. Pendekatan ini menanggapi krisis ekologi kontemporer dengan menghubungkan ajaran Islam dan prinsip keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan metodologi tafsir ekologi untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an terkait etika lingkungan serta menerapkannya pada masalah pemanasan global. Metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik berbasis studi kepustakaan, meliputi pengumpulan dan analisis data dari ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir klasik dan modern, serta literatur akademik terkait. Teknik analisis meliputi analisis isi dan semiotik untuk mengidentifikasi prinsip ekologis dan nilai etis dalam teks, serta mengaitkan hasil temuan dengan tantangan lingkungan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir ekologi memberikan pemahaman holistik tentang peran manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam, menghindari kerusakan, dan menerapkan moderasi dalam pemanfaatan sumber daya. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya tradisi intelektual Islam, tetapi juga memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan pendidikan lingkungan berkelanjutan. Dengan demikian, tafsir ekologi dinilai relevan untuk menyikapi persoalan lingkungan global dari perspektif keislaman.
Vernakularisasi Tafsir Ulama Indonesia Studi Analisis Kitab Safinah Kalla Saya'lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun Basthoh, Basthoh; Ariyadi, Syamsul; Ziyadulhaq, Ziyadulhaq
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5609

Abstract

Artikel ini membahas fenomena vernakularisasi dalam penafsiran Al-Qur’an di Indonesia dengan fokus pada kitab Safinah Kalla Saya’lamun Fi Tafsir Syaikhina Maimun. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana unsur-unsur lokalitas Jawa diintegrasikan ke dalam penafsiran Al-Qur’an oleh Maimun Zubair. Penelitian ini mengambil posisi dalam dinamika kajian tafsir Nusantara yang menekankan pentingnya pendekatan kontekstual dan kearifan lokal dalam memahami teks suci. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, penelitian ini menelaah penggunaan bahasa dan istilah lokal, kontekstualisasi ajaran Islam dengan budaya setempat, serta pemanfaatan sejarah dan tokoh lokal dalam penafsiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Maimun Zubair mampu menjembatani pesan universal Al-Qur’an dengan realitas masyarakat Jawa, sehingga memperkaya khazanah tafsir Indonesia dengan nuansa lokal yang kuat. Vernakularisasi dalam tafsir ini tercermin pada pemilihan istilah Jawa, analogi fenomena sosial-budaya, dan adaptasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya memudahkan pemahaman masyarakat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan tafsir Al-Qur’an di lingkungan pesantren Indonesia.
BAI’AT DALAM TAFSIR HARAKI (Studi Komparasi Tafsi>r fi> Z{ila>l Al-Qur’a>n dan Min Wahyi Al-Qur’a>n) Nudin, Ihsan; Syukron, Ahmad; Ariyadi, Syamsul
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi bai’at dengan kehidupan modern saat ini dalam tafsir haraki melalui pendekatan komparatif terhadap dua tafsir terkemuka: "Fi Dzilal al-Qur'an" karya Sayyid Quthb dan "Min Wahyi al-Qur'an" karya Muhammad Husain Fadlullah. Bai’at, sebagai janji setia dalam Islam, memiliki peran penting dalam membangun ikatan antara individu dan kepemimpinan dalam konteks dakwah dan gerakan Islam. penelitian ini memiliki tema yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Samsul Bahri, Zainuddin dan Muhammad Husni bin Ismail dengan judul “Bai’at Dalam Al-Qur’an Menurut Ibnu Katsir” yang dimuat dalam Jurnal of Islamic Studies pada tahun 2019 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada penelitian tersebut hanya Tafsir Ibnu Katsir yang menjadi rujukan utama, sedangkan pada penelitian ini menjadikan dua kitab tafsir sebagai rujukan utama; Tafsir fi Zilal Al-Qur’an dan Min Wahyi Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah penelian kepustakaan (library research) dengan pendekatan studi komparasi yang deskriptif dan analitif. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentatif dalam pengumpulan data. Dalam menganalisa menggunakan teknik analisa konten (content analysis). Hasil penelitian ini adalah pertama, baiat merupakan ajang pembuktian jati diri seorang muslim untuk menjadi mukmin yang sesungguhnya. Baiat yang benar akan mendapat ridha Allah dan sebaliknya, jika tidak maka perlu ditinjau ulang baiat tersebut. Kedua, baiat masih relevan hingga kehidupan kontemporer saat ini meliputi tiga aspek kehidupan; ibadah, siyasah dan muamalah..
RESEPSI AL-QUR’AN PADA TRADISI REBO WEKASAN (Analisis Praktik Dzikir dan Shalat Li Daf’i Al-Bala’ di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor) Muhsin; Zen, Abdul Muhaimin; Ariyadi, Syamsul
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4118

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Al-Qur'an diterima dan diimplementasikan dalam tradisi Rebo Wekasan, khususnya melalui praktik dzikir dan shalat li daf'il bala' yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya tradisi Rebo Wekasan dalam budaya lokal masyarakat Megamendung dan bagaimana tradisi ini menjadi media untuk mengekspresikan keagamaan dan spiritualitas mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir dan shalat li daf'il bala' pada tradisi Rebo Wekasan memiliki makna simbolis yang mendalam bagi masyarakat Megamendung. Praktik ini dianggap sebagai upaya untuk memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT, serta sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai ancaman dan marabahaya. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya dinamika perubahan dan adaptasi dalam pelaksanaan tradisi ini, seiring dengan pengaruh modernisasi dan globalisasi. Menyimpulkan bahwa resepsi Al-Qur'an dalam tradisi Rebo Wekasan di Kecamatan Megamendung merupakan manifestasi dari integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal. Praktik dzikir dan shalat li daf'il bala' tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara agama dan budaya dalam konteks lokal
DIMENSI I’JAr Dalam Surah Asy-Syu’ara Nasrullah; Haq, Ziyadul; Ariyadi, Syamsul
Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Al-Mubarak
Publisher : LP2M IAIM Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-mubarak.v10i2.4121

Abstract

This research aims to explore the dimension of i'jaz lughawi (linguistic miracle) in the repetition of Quranic verses through the analysis of Tafsir Al-Munir. The primary focus of this study is on Surah Asy-Syuara, Surah Ar-Rahman, and Surah Al-Mursalat. The research method employed is qualitative analysis with a thematic exegesis approach, where Tafsir Al-Munir serves as the main source for understanding the meaning and implications of verse repetition in these three surahs. The findings indicate that the repetition of verses in the Quran not only functions as a rhetorical device but also serves to emphasize important messages, strengthen the reader's memory, and highlight specific aspects of Islamic teachings. In Surah Asy-Syuara, repetition serves to affirm the steadfastness of the prophets and their communities in facing challenges. Surah Ar-Rahman highlights Allah's mercy through the repetition of the phrase "Fabi ayyi aalaaa'i rabbikumaa tukaththibaan," inviting humans to reflect on and ap preciate His blessings. Meanwhile, in Surah Al-Mursalat, repetition is used to warn and affirm the certainty of the Day of Judgment. This study concludes that the repetition of verses in the Quran possesses aesthetic value and profound meaning, demonstrating the i'jaz lughawi that underscores the superiority and uniqueness of this sacred text. The study also enriches the understanding of how Tafsir Al-Munir highlights the aspects of linguistic miracles in the Quran.
Functional Reception of the Qur'an and its Relevance to Quality of Life (A Study of the Kanzur Rahmah Qur'an Recitation Assembly in Depok City) Awal, Jumadil; Ariyadi, Syamsul; Ulhaq, Ziyad
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 6 (2026): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i6.1252

Abstract

This study explores the impact of Qur’an recitation practices at the Kanzur Rahmah Qur’an Recitation Assembly in Depok on participants’ overall quality of life. In Muslim communities, the Qur’an functions not only as a sacred text but also as a guide that shapes spiritual, mental, physical, and socio-economic aspects of daily living. This research examines how intensive engagement in reading and completing the Qur’an generates positive transformation, adding new insights beyond previous studies that mainly emphasized spiritual, social, and intellectual benefits. Using the Living Qur’an framework and a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, with purposive and snowball sampling used to identify key informants. The findings show that Qur’an recitation significantly affects five major areas of life: it strengthens the balance between worldly and spiritual matters, enhances acceptance of divine decree, and supports positive self-transformation; it improves mental and emotional health through better emotional control and increased family harmony; it contributes to physical well-being, with participants reporting increased vitality and recovery from certain chronic conditions; it elevates ethical and moral behavior, fostering respect for parents, teachers, and others; and it boosts socio-economic well-being by increasing gratitude, productivity, and social solidarity. Overall, the study highlights Qur’an recitation as an effective religious practice capable of improving holistic quality of life and shaping individuals and communities toward greater spiritual, mental, physical, moral, and socio-economic well-being.