Penelitian ini mengkaji pendekatan linguistik dan sains dalam tafsir QS. Al-Hijr: 22 pada karya Ibnu ‘Asyur, Tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir. Dengan metodologi kualitatif berbasis kepustakaan, kajian ini menelaah makna kata "lawaqih" yang secara linguistik memiliki dua arti, yaitu "mengawinkan" dalam konteks penyerbukan tumbuhan dan "membawa hujan" dalam konteks meteorologi. Penafsiran Ibnu ‘Asyur menunjukkan harmoni antara aspek bahasa Arab klasik dan fenomena ilmiah kontemporer, khususnya dalam menjelaskan peran angin sebagai pembawa uap air yang membentuk hujan dan sebagai agen penyerbukan tumbuhan melalui penyebaran serbuk sari. Kajian juga menegaskan fungsi penting angin dalam siklus alam. Hasil analisis menegaskan bahwa tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir memadukan nilai spiritual dan ilmiah, memperlihatkan keterpaduan wahyu dan ilmu pengetahuan modern. Temuan ini memperkuat pemahaman Bahwa Al-Qur’an memuat petunjuk-petunjuk ilmiah yang sejalan dengan temuan sains modern, sekaligus mendorong dialog konstruktif antara wahyu dan ilmu pengetahuan dalam konteks pengembangan ilmu yang berlandaskan Islam.
Copyrights © 2026