Penyandang disabilitas daksa mengalami kesulitan dalam mengakses pekerjaan karena keterbatasan fisik yang dimiliki serta stigma yang diberikan membuat penyandang disabilitas daksa merasa tidak pantas dan merasa rendah diri. Dinas Sosial Bondowoso mengadakan pelatihan menjahit bagi penyandang disabilitas daksa untuk meningkatkan kapasitas diri dengan fasilitas gratis yang diharapkan mampu mengembangkan menjadi sebuah unit usaha mandiri sehingga mandiri secara ekonomi dan memperbaiki ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai permasalahan dan hambatan yang dialami penyandang disabilitas daksa serta proses kewirausahaan yang dilakukan penyandang disabilitas daksa melalui pelatihan menjahit sehingga mencapai kemandirian ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik snowball dengan pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan meliputi kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan permasalahan dan hambatan dari disabilitas daksa, namun ditemukan juga potensi serta dukungan dari lingkungan disabilitas daksa. Temuan lainnya yaitu terdapat beberapa proses kewirausahaan yang dilakukan oleh disabilitas daksa: 1) memulai niat berwirausaha; 2) mendirikan usaha; 3) pengembangan diri dan usaha; 4) mencapai kemandirian sehingga mampu mencapai kemandirian ekonomi.
Copyrights © 2025