Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Kampung Cilingga RW 003 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi. Penggunaan obat antihipertensi kimia sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan memberikan keterampilan praktis pembuatan teh kemangi (Ocimum basilicum) sebagai alternatif pengendalian tekanan darah. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui tahapan diagnosing, action planning, action taking, evaluating, dan specifying learning. Kegiatan dilaksanakan pada 14 November 2025 dengan 13 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan berupa pre-test, penyampaian materi tentang hipertensi dan teh kemangi menggunakan media leaflet, demonstrasi pembuatan teh kemangi, dan post-test. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test dengan p-value 0,011 (< 0,05), dengan 8 dari 13 peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan rata-rata peningkatan nilai sebesar 40,81%. Kegiatan pengabdian Program BARAYA (Basmi Hipertensi Linggajaya) berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan hipertensi dan memberikan keterampilan praktis pembuatan teh kemangi sebagai solusi alternatif berbasis kearifan lokal untuk pengendalian tekanan darah.
Copyrights © 2026