Urbanisasi yang masif sering kali memicu fragmentasi sosial dan gaya hidup individualistis di perkotaan. Kajian literatur ini mengevaluasi peran Ruang Terbuka Publik (RTP) sebagai katalisator interaksi sosial dan kohesi masyarakat urban dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2015–2025). Menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, kajian ini mensintesis temuan mengenai infrastruktur sosial, strategi placemaking, dan tantangan inklusivitas di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa RTP yang aksesibel dan dirancang secara partisipatif mampu meningkatkan modal sosial melalui interaksi antar kelompok yang berbeda. Namun, tantangan berupa digitalisasi dan eksklusi kelompok rentan masih menjadi hambatan utama. Kajian ini menyimpulkan bahwa aktivasi RTP melalui kegiatan kemasyarakatan yang terstruktur sangat krusial untuk memperkuat kohesi komunal. Temuan ini digunakan sebagai landasan strategis bagi kegiatan pengabdian masyarakat dalam mengoptimalkan fungsi sosial ruang terbuka guna menciptakan lingkungan urban yang lebih harmonis dan tangguh. Kata Kunci: Ruang Terbuka Publik, Interaksi Sosial, Kohesi Masyarakat, Urbanisasi, Pengabdian Masyarakat.
Copyrights © 2025