Metode pengajaran konvensional sering kali menekankan aktivitas yang berpusat pada pengajar, sehingga membatasi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan professional dan keterampilan interpersonal. Kesenjangan antara pengetahuan akademik dan kesiapan kerja ini menyoroti perlunya pendekatan inovatif dalam pendidikan. Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang relevan dan efektif dalam konteks pendidikan abad ke-21. Dalam penerapannya, perbedaan kemampuan awal mahasiswa sering menimbulkan ketimpangan pada hasil belajar. Penelitian mengeksplorasi integrasi ChatGPT ke dalam project-based learning (PjBL) pada mata kuliah Pemrograman Web serta menganalisis efektivitasnya terhadap hasil belajar dan penerimaan teknologi berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi dengan variabel self-efficacy. Penelitian ini melibatkan 71 mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi semester dua, yang dibagi ke dalam kelompok beranggotakan empat orang dengan peran yang spesifik. Lulusan SMK RPL ditempatkan secara merata di setiap kelompok untuk mendukung kolaborasi. Data diperoleh melalui pre-test, post-test, dan kuesioner TAM. Hasil menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan ChatGPT dalam PjBL, nilai post-test mahasiswa lulusan non-RPL meningkat hingga mendekati mahasiswa lulusan RPL. Selain itu, analisis TAM menunjukkan self-efficacy berpengaruh terhadap persepsi kemudahan dan kegunaan, yang membentuk sikap positif serta niat penggunaan ChatGPT. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai integrasi kecerdasan buatan dalam PjBL serta faktor psikologis yang memengaruhi penerimaan teknologi di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2025