Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Optimasi Penggunaan Whatsapp Business Sebagai Sarana Pengembangan Pemasaran Produk Usaha Anggota PKK Nova Tri Romadloni; Nisa Dwi Septiyanti; Rauhulloh Ayatulloh Khomeini Noor Bintang
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v2i1.1705

Abstract

In realizing social welfare in terms of the economy, it starts from a small scope, namely the family. Where each family has a role as a PKK member, through this membership can provide training to market the products owned by each member so that they can overcome the problems that exist in the sale of products that are not well known to many people or have a less wide reach. This community service activity aims as an effort to increase knowledge and insight regarding digital marketing, especially focusing on using Whatsapp business  so that it is more optimal in marketing products so that product sales results increase and increase family income. This activity was attended by PKK members Badran Mulyo, Lalung, Karanganyar. Some PKK members already have or already have WhatsApp accounts, but some others have not used WhatsApp specifically for business, namely Whatsapp business . The training is carried out using the devices of each member so that they can be directly applied to their respective businesses and products during the training. The results of the training were that PKK members were very enthusiastic about optimizing the use of whatsapp business  as a media for product marketing, but in this training they still needed advanced training in aspects of creating whatsapp story content to make it more attractive to potential buyers.
Implementasi dan Pengembangan Media Pembelajaran Game Calistung untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi di SD N 04 Kemuning Dika Novan Ramadhan; Hardika Dwi Hermawan; Nisa Dwi Septiyanti
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 3, No. 1, April 2023
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah(ALPTK PTMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v3i1.81

Abstract

Program Kampus Mengajar adalah salah satu program unggulan yang diadakan oleh Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk membantu proses pembelajaran yang ada di SD maupun SMP di tempat 3T. Penelitian ini dibuat dengan tujuan mendeskripsikan penerapan media pembelajaran guna membantu semangat belajar siswa dalam meningkatkan daya membaca, menulis serta menghitung di SDN 04 Kemuning. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru pamong, guru kelas dan siswa, sedangkan untuk objek penelitian ini akan berkaitan dengan implementasi inovasi, motivasi serta budaya literasi numerasi “Game Calistung”. Hasil penelitian di SDN 04 Kemuning di ketahui bahwa guru dalam pembelajaran program Calistung menggunakan metode yang beraneka ragam, selain itu media dan tempat pembelajaran yang digunakan juga bervariasi. Implementasi literasi menggunakan buku perpus keliling, buku bergambar, angka huruf yang bergambar dan juga media elektronik seperti gawai yang berisikan game edukasi berupa literasi dan numerasi.
Budaya Literasi Membaca di Perpustakaan untuk Meningkatkan Kompetensi Holistik bagi Siswa Sekolah Dasar Afghani, Dzulfiqar Restu; Prayitno, Harun Joko; Jayanti, Estria Dwi; Zsa-ZsaDilla, Clarisa Ayu; Salsabilla, Tara Aldita; Saputri, Erlin Dian; Septiyanti, Nisa Dwi; Siswanto, Hery
Buletin KKN Pendidikan Vol. 4, No. 2, Desember 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v4i2.19185

Abstract

Membaca merupakan suatu tahapan awal dalam suatu proses belajar terutama bagi siswa sekolah dasar. Banyak penelitian yang mengungkap bahwa dengan kebiasaan membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan seseorang. Literasi membaca bukan hanya sekedar kegiatan membaca biasa, melainkan dapat menjadi sebuah kegiatan yang menghasilkan budaya. Budaya membaca dapat memberikan banyak manfaat yang baik, salah satunya menumbuhkan minat membaca dan menulis. Untuk membangun sebuah budaya literasi membaca, dapat dilakukan dengan banyak cara salah satunya adalah dengan menyediakan lingkungan yang nyaman dan fasilitas yang memadai. Artikel ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan budaya literasi membaca siswa sekolah dasar dengan peningkatan fasilitas perpustakaan. Melalui kegiatan peningkatan fasilitas perpustakaan ini, mahasiswa KKN-Dik UMS berusaha untuk membangun budaya literasi membaca siswa-siswi di SD Negeri 02 Selokaton. Hasil yang telah dicapai adalah dengan melakukan pengoptimalan fasilitas perpustakaan, para siswa-siswi SD Negeri 02 Selokaton menjadi lebih antusias dan merasa nyaman dalam beraktivitas untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan.
Penyuluhan Bahaya Penyebaran Berita Palsu (Hoaks) Bagi Kelompok Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nisa Dwi Septiyanti; Nova Tri Romadloni; Rauhulloh Ayatulloh Khomeini Noor Bintang
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v3i3.1407

Abstract

The increase in social media users in recent years has led to an abundance of content that allows users to get new information quickly and easily. However, not all of the information obtained is correct information. Even today, a lot of fake information (hoaxes) is being spread deliberately made to achieve certain goals. In order to be wise in receiving information, it is necessary to realize the importance of media literacy. According to a survey, parents tend to spread hoax news more than young people. This is mostly done by mothers through chat which easily forwards information without reading and understanding it first. This activity aims to provide knowledge about the benefits of using social media as well as an understanding of the negative sides and dangers of hoaxes. This activity targeted PKK mothers in Jatimulyo Village, Jatipuro District, Karangnayar Regency, with 34 participants. This activity was carried out using lecture, discussion, and question-and-answer methods. It is hoped that this community service activity can help mothers navigate the various available media content so that they can make informed decisions about what they choose to consume.
Meningkatkan Literasi Digital Siswa Melalui Pengembangan Kapasitas Guru Tri Romadloni, Nova; Resi Intan Penatari; Nisa Dwi Septiyanti; Wakhid Kurniawan; Rauhulloh Ayatulloh Khomeini Noor Bintang; Cucut Hariz Pratomo
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v5i1.2005

Abstract

Perkembangan digital menuntut untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui pengembangan kapasitas guru di SDN 1 Jatipurwo. Hal ini penting karena guru memiliki peran kunci dalam membimbing siswa untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam pembelajaran. Mengembangkan lingkungan belajar yang kolaboratif di mana guru dan siswa bersama-sama mengeksplorasi teknologi baru dan menerapkan keterampilan digital dalam proyek dan tugas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretest sebelum pelaksanaan workshop dan posttest setelah pelaksanaan workshop. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital yang diberikan kepada guru efektif dalam meningkatkan kemampuan mereka untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Guru-guru yang mengikuti workshop merasa lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Dampak positif dari peningkatan literasi digital guru juga tercermin pada peningkatan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan dalam keterampilan penggunaan teknologi digital untuk pembelajaran setelah guru-guru mereka mengikuti workshop. Dengan demikian, dalam hal ini memberikan bukti bahwa pengembangan kapasitas guru melalui pelatihan literasi digital dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan literasi digital siswa. Tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada guru, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam pengajaran sehari-hari, yang pada akhirnya mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan teknologi di masa depan.
Strategi Meningkatkan Pemahaman Informasi Media Sosial Untuk Pemilih Cerdas Bagi Kelompok Dasawisma Tri Romadloni, Nova; Erwinda Sam Anafih; Nisa Dwi Septiyanti; Saefudin
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/anqxmr55

Abstract

Pemilu merupakan momen penting dalam kehidupan demokrasi di Indoensia. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah tingkat pemahaman informasi media sosial di kalangan pemilih, terutama pada tingkat dasawisma. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman informasi media sosial bagi kelompok dasawisma guna mendukung terbentuknya pemilih cerdas menjelang Pemilu. Metode penelitian ini mencakup identifikasi kebutuhan melalui studi awal di tingkat dasawisma, desain program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan, dan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif dari anggota kelompok. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman informasi media sosial sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman informasi media sosial di kalangan kelompok dasawisma. Strategi yang melibatkan sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan penerapan langsung di media sosial telah berhasil membangun kesadaran dan keterampilan dalam memahami serta menyaring informasi yang diterima. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam konteks peningkatan literasi politik di tingkat masyarakat dasawisma dan memberikan landasan bagi pengembangan strategi serupa di komunitas sejenis. Peningkatan pemahaman informasi media sosial diharapkan dapat membantu pemilih dalam membuat keputusan yang lebih informasional dan cerdas saat menghadapi Pemilu, yang pada gilirannya dapat memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal. 
The Commodification of Islam in Halal Cosmetics Advertising in Indonesia (Judith Williamson Semiotics Analysis) Mutiah, Isnaini Umi; Andreas, Rino; Mahardika, Dzikrina Aqsha; Setiawan, Azizah Nafabilla; Septiyanti, Nisa Dwi
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2023: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.4612

Abstract

The purpose of this paper is to explain the commodification of Islam in the advertisement of Wardah cosmetic products through Judith Williamson's semiotic analysis. Advertising as a communicative medium aims to influence consumers by constructing the dominant discourse in Muslim society. One of them is seen in Wardah's beauty product advertisement by building Islamic discourse. This qualitative research uses the advertising semiotics method which examines the relation between signifier and signified in an object. The researcher analyzed the scenes in five Wardah advertisements. The results show that "Wardah TV commercial" embeds Islamic discourse through the concept of "halal'' cosmetics through text and audio-visual components. This Islamic discourse was built through language and then commodified as a product with a "halal" label attached to Wardah's commodities, namely using natural alcohol, not being contaminated with prohibited materials, and the production process in accordance with Islamic procedures. Furthermore, Wardah's advertisement featured multi-talented artists Dewi Sandra and Natasha Rizki, who were known as hijrah models, singers, and film actresses. Thus, Wardah succeeded in "borrowing" the meaning of popularity, Muslim youth, and achievement so that the product obtains a significant meaning based on the artist's reference system. The decommodification process looks at the ideology that is hidden and played by industrial interests in the segment of Muslim society in Indonesia.
Komparasi Metode Klasifikasi Dalam Analisis Sentimen Ulasan Pengguna Aplikasi KRL Access Di Google Play Store Septiyanti, Nisa Dwi; Luthfi, Muhammad Irfan; Romadloni, Nova Tri
Journal Computer Science and Information Systems : J-Cosys Vol 4, No 1 (2024): J-Cosys - Maret 2024
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53514/jco.v4i1.495

Abstract

Peningkatan penggunaan aplikasi transportasi umum, seperti KRL Access, menciptakan kebutuhan untuk memahami sentimen pengguna terhadap aplikasi tersebut. Analisis sentimen dapat menjadi alat efektif dalam memahami persepsi dan kepuasan pengguna. Penelitian ini mengisi kesenjangan dengan mengeksplorasi pengaruh berbagai algoritma klasifikasi dan langkah-langkah data preprocessing terhadap analisis sentimen ulasan pengguna KRL Access. Penelitian ini memberikan pandangan yang melibatkan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang pengaruh algoritma klasifikasi (Naïve Bayes, Random Forest, Logistic Regression, Supervised Machine Learning [SVM], dan K-Nearest Neighbors [KNN]) terhadap hasil analisis sentimen. Selain itu, penting untuk memahami kontribusi langkah-langkah data preprocessing (case folding, data filtering, tokenization, stemming, dan removing stopwords) terhadap akurasi dan keandalan analisis sentimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap algoritma memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Naïve Bayes menonjol dalam precision, sementara Random Forest memberikan keseimbangan yang baik antara precision dan recall. Langkah-langkah data preprocessing, terutama tokenization dan stemming, berkontribusi signifikan terhadap kualitas analisis sentimen. Visualisasi sentimen melalui wordcloud memberikan gambaran intuitif, menyoroti kepuasan pengguna atas akses informasi jadwal KRL Access, tetapi juga masalah dalam pendaftaran dan login. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya pemilihan algoritma dan data preprocessing yang sesuai untuk analisis sentimen yang akurat. Temuan ini dapat mendukung pengembangan aplikasi yang lebih responsif dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, menciptakan pengalaman pengguna transportasi umum yang lebih baik. Dalam penelitian mendatang, disarankan untuk memperluas cakupan dataset dan eksplorasi lebih lanjut terhadap teknik data preprocessing dan penggunaan fitur tambahan
Gender Identity Construction in Cyberspace: A Netnographic Analysis of Tinder Users Andreas, Rino; Septiyanti, Nisa Dwi; Maulana, Mahesa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol. 20 No. 1 (2025): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/sa.v20i1.25618

Abstract

Tinder is one of the virtual spaces that allows individuals to negotiate and present themselves dynamically. Stereotypes and traditional social norms continue to influence how gender is understood and represented online, which in turn reinforces problematic biases in interactions in digital spaces. This study aims to analyze the construction of gender identity among Tinder dating app users within the framework of a digital society. Employing a qualitative method with a netnographic approach, this research involves the researcher's active participation in the Tinder platform's virtual space by observing 52 user accounts and conducting in-depth interviews with five informants. The findings reveal that Tinder users construct gender identity through visual and textual elements, including profile photos, brief bios, hobbies, and interests. Gender identity on the platform can be manipulated and diversified to represent themselves as "women" and or "men." It underscores the necessity for contextualization and redefinition of gender identity within cyberspace. The study makes a significant contribution by revealing how gender identity on Tinder challenges traditional binaries through performative practices that blur the rigid boundaries between “feminine” and “masculine” while offering new insights into gender fluidity within digital spaces as arenas for renegotiating social norms.
Transformasi Digital SMK dengan E-Learning Moodle Plus: Inovasi Pembelajaran yang Mengintegrasikan Kolaborasi Orang Tua Romadhon, Muhammad Imron; Qomariyah, Nur; Pratama, Krisna Raditya; Septiyanti, Nisa Dwi
WASPADA (Jurnal Wawasan Pengembangan Pendidikan) Vol 13, No 2 (2025): WASPADA
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education of Undaris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in Vocational High Schools (SMK) faces significant challenges, particularly the dominance of traditional teaching methods and the limited involvement of parents in the learning process. This study aims to develop a Moodle Plus–based e-learning platform integrated with parental involvement as supervisory partners, and to evaluate its validity, practicality, and effectiveness. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the plomp model, which consists of preliminary investigation, prototype development, and assessment phases. The trial involved 31 tenth-grade students at SMKN 2 Yogyakarta, adopting a One-Group Pretest–Posttest design. The validity of the e-learning platform was assessed using ISO 25010 standards, focusing on functionality, usability, and portability. Effectiveness was measured by comparing pretest and posttest results through the Wilcoxon test. The findings indicate thatthe Moodle Plus–based e-learning platform is valid, with product moment correlation values of r = 1 for functionality and portability (excellent) and r = 0.607 for usability (good). The Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 (< 0.05), demonstrating a substantial improvement in students’ psychomotor learning outcomes after using the platform. In conclusion, Moodle Plus e-learning, supported by parental involvement as supervisory partners, is proven to be valid, practical, and effective, making it feasible for implementation as a Learning Management System in vocational schools.Keywords: e-learning, moodle plus, ISO 25010, parental collaboration