ABSTRAK Limbah kotoran sapi merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Desa Pakuan, sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Kabupaten Lombok Barat menghadapi tantangan dalam mengelola limbah ternaknya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok ternak dalam pengolahan limbah ternak menjadi biogas. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, transfer teknologi, dan monitoring evaluatif. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki antusiasme tinggi terhadap pemanfaatan biogas. Hal ini terbukti dari peningkatan pengetahuan yang sebelumnya 15% menjadi 80% dan peningkatan keterampilan sebelum kegiatan hanya 5% meningkat menjadi sebesar 80% sehingga dapat dikatakan bahwa mitra sudah mandiri dalam mengolah limbah ternak sapi menjadi energi alternatifr yaitu biogas dengan teknologi biodigester portabel.Kata kunci: Limbah Ternak Sapi; Digester Portabel; Energi Alternatif; Biogas. ABSTRACTCow manure is a source of environmental pollution if not managed properly. Pakuan Village, as one of the cattle farming centers in West Lombok Regency, faces challenges in managing its livestock waste. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of livestock groups in processing livestock waste into biogas. The methods used include a participatory approach, technology transfer, and evaluative monitoring. The training results showed high community enthusiasm for biogas utilization. This is evident in the increase in knowledge from 15% to 80% and the increase in skills before the activity from only 5% to 80%. Therefore, it can be said that the partners are now independent in processing cattle waste into alternative energy, namely biogas, using portable biodigester technology.Keywords: Limbah Ternak Sapi; Digester Portabel; Energi Alternatif; Biogas.
Copyrights © 2025