Artikel ini menganalisis strategi yang diterapkan untuk mengatasi kesulitan membaca pada siswa/i di UPTD SD Negeri 122348 Pematangsiantar. Melalui pendekatan kualitatif dan observasi lapangan, penelitian ini mengidentifikasi faktor penyebab kesulitan membaca seperti kurangnya stimulasi awal, masalah fonetik, dan lingkungan belajar yang kurang mendukung. Strategi yang ditawarkan pada artikel ini ialah metode bimbingan membaca khusus kepada 20 siswa/I selama 30 menit per hari setelah jam pulang sekolah. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa sebesar 75% setelah implementasi strategi selama satu semester pada sampel 20 siswa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program literasi dini di sekolah dasar untuk mencegah kesulitan membaca jangka panjang.
Copyrights © 2026