Penelitian ini menyoroti pentingnya literasi digital dalam konteks transformasi digital, khususnya melalui agen BRILink sebagai sarana memfasilitasi akses ke layanan keuangan. latar belakang penelitian ini menyoroti tantangan infrastruktur, tingkat literasi yang rendah, dan kepercayaan publik terhadap agen BRILink sebagai pilar inklusi keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis literasi BRILink terkait dengan kepercayaan publik, dan penggunaan layanan keuangan digital di bidang pendidikan. Dengan menggunakan metodologi semi-struktural, observasi partisipatif, dan analisis induktif terhadap pengguna BRILink di komunitas seperti Temenggungan dan Kaliwining, studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap BRILink mendorong transaksi seperti pembayaran barang dan jasa, meskipun infrastruktur dan literasi digital masih berkontribusi pada optimasi. Implikasi studi ini mencakup rekomendasi strategi literasi melalui agen dan kebijakan inklusif untuk mendukung transformasi digital dalam pendidikan.
Copyrights © 2025