Penelitian ini mengkaji kesenian tradisional Ulu Ambek yang berkembang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sebagai salah satu warisan budaya yang terikat erat dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ulu Ambek, yang secara etimologis berasal dari kata Ulu (serangan) dan Ambek (tangkisan), diyakini telah hadir bersamaan dengan masuknya agama Islam ke wilayah tersebut. Sistem permainannya dicirikan oleh gerakan yang tidak saling bersentuhan antara pemain, di mana penentuan menang atau kalah dilakukan secara batin (subjektif) berdasarkan kesalahan langkah. Kesenian ini juga melibatkan aspek bunyi-bunyian Dampeang (Jantan dan Batino) yang berintensitas suara berbeda. Secara sosial, Ulu Ambek dikhususkan sebagai permainan bagi Niniak Mamak (laki-laki) dan berfungsi sebagai simbol kebesaran serta identitas adat di Kabupaten Padang Pariaman.
Copyrights © 2025