Industri travel ibadah umrah dan haji memiliki risiko kecurangan (fraud) yang tinggi karena pengelolaan dana jamaah dalam jumlah besar dengan sistem pembayaran sebelum keberangkatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko fraud pada industri travel ibadah melalui studi kasus PT Madina Berkah Wisata (MBW) dengan menggunakan Fraud Triangle Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus dan data sekunder dari media, dokumen Kementerian Agama, publikasi ACFE, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan (opportunity) akibat lemahnya pengendalian internal menjadi penyebab utama terjadinya fraud, ditandai dengan tidak adanya pemisahan dana, minimnya transparansi laporan keuangan, dan ketiadaan audit internal. Faktor tekanan dan rasionalisasi turut memperkuat terjadinya kecurangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian internal sebagai upaya pencegahan fraud pada industri travel ibadah di Indonesia.
Copyrights © 2025