Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran ESG Dalam Pengelolaan Risiko Lingkungan: Studi Perbandingan Pada Pt Bukit Asam TBK dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero): The Role of ESG in Environmental Risk Management: A Comparative Study of PT Bukit Asam TBK and PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Rheinata Audreyna Missel; Ida Bagus Ketut Bayangkara
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7425

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) antara PT Bukit Asam Tbk dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dalam mengurangi risiko lingkungan pada sektor energi dan infrastruktur. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui rancangan studi kasus komparatif, data dikumpulkan dari laporan keberlanjutan, laporan tahunan, serta berbagai dokumen publik kedua perusahaan. Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun pendekatan ESG yang diterapkan berbeda sesuai dengan karakteristik industri masing-masing, keduanya berhasil menerapkan strategi yang efektif. PT Bukit Asam menekankan pada upaya reklamasi lahan, pengurangan emisi, dan pelestarian keanekaragaman hayati, sedangkan PT PII lebih berfokus pada pemenuhan standar lingkungan dalam proyek infrastruktur yang dijamin serta keterlibatan masyarakat.
Pengaruh Ketepatan Pengajuan Laporan Pertanggungjawaban Terhadap Evaluasi Kinerja Keuangan PT Bidik Inovasi Global Sukma Asri; Rheinata Audreyna Missel
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 7 (2025): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i7.1707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ketepatan pengajuan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) terhadap efektivitas evaluasi kinerja keuangan perusahaan swasta, berdasarkan observasi langsung selama masa magang di Divisi Activation. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggambarkan hubungan antara ketepatan pelaporan dengan respons manajerial dalam menilai kinerja divisi. Hasil observasi menunjukkan bahwa LPJ yang diajukan tepat waktu berkontribusi pada efisiensi proses analisis keuangan, memperkuat kredibilitas divisi, serta mempercepat pengambilan keputusan. Sebaliknya, keterlambatan pelaporan menyebabkan gangguan dalam ritme evaluasi dan menurunkan kepercayaan manajemen. Faktor budaya kerja, sistem dokumentasi, serta integrasi administrasi perpajakan menjadi penentu utama ketepatan LPJ. Oleh karena itu, ketepatan pelaporan tidak hanya mencerminkan kepatuhan administratif, tetapi juga menjadi cerminan profesionalisme dan tata kelola keuangan yang sehat. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya sistem pelaporan yang disiplin dan terstruktur dalam mendukung akuntabilitas organisasi.
Risiko Kecurangan (Fraud) Pada Industri Travel Ibadah Di Indonesia: Analisis Kasus Penipuan PT Madina Berkah Wisata Avita Anggraeni; Sukma Asri; Rheinata Audreyna Missel; Tries Ellia Sandari
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 12 (2025): Menulis - Desember
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i12.842

Abstract

Industri travel ibadah umrah dan haji memiliki risiko kecurangan (fraud) yang tinggi karena pengelolaan dana jamaah dalam jumlah besar dengan sistem pembayaran sebelum keberangkatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko fraud pada industri travel ibadah melalui studi kasus PT Madina Berkah Wisata (MBW) dengan menggunakan Fraud Triangle Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus dan data sekunder dari media, dokumen Kementerian Agama, publikasi ACFE, serta literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesempatan (opportunity) akibat lemahnya pengendalian internal menjadi penyebab utama terjadinya fraud, ditandai dengan tidak adanya pemisahan dana, minimnya transparansi laporan keuangan, dan ketiadaan audit internal. Faktor tekanan dan rasionalisasi turut memperkuat terjadinya kecurangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian internal sebagai upaya pencegahan fraud pada industri travel ibadah di Indonesia.