Transformasi digital dalam pelayanan publik merupakan amanat reformasi birokrasi yang diwujudkan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Kota Bandung merespons hal ini melalui aplikasi SALAMAN+ (Selesai Dalam Genggaman) sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SPBE melalui aplikasi SALAMAN+ serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi aplikasi, studi dokumentasi, dan analisis ulasan pengguna periode Oktober–Desember 2025. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teori implementasi kebijakan Charles O. Jones yang meliputi pengorganisasian, interpretasi, dan penerapan. Temuan menunjukkan bahwa secara output, SALAMAN+ berhasil mendigitalkan 12 jenis layanan kependudukan dan meningkatkan efisiensi waktu. Namun, pada tahap outcome, terdapat tantangan signifikan berupa kendala teknis (login dan device binding), keterlambatan verifikasi dokumen yang melebihi estimasi waktu, serta responsivitas petugas yang masih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital di Disdukcapil Kota Bandung memerlukan evaluasi teknis pada infrastruktur aplikasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaksana.
Copyrights © 2025