Kamang merupakan salah satu desa di Kabupaten Agam yang memiliki potensi wisata signifikan, terutama melalui Danau Tarusan Kamang yang dikenal unik karena mampu berubah dari danau menjadi padang rumput sesuai musim. Aktivitas rakik yang awalnya digunakan sebagai sarana mobilitas masyarakat kemudian berkembang menjadi pacu rakik, sebuah lomba tradisional yang kini menjadi atraksi wisata lokal. Meskipun memiliki keunikan, penyelenggaraan event ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan informasi, promosi yang belum optimal, pendanaan yang terbatas, serta ketidakpastian siklus air danau. Solusi yang dapat dilakukan antara lain memaksimalkan penggunaan media sosial, menyediakan konten berkala mengenai kondisi danau dan informasi event, serta menjalin kerja sama dengan sponsor. Dengan strategi promosi yang terencana dan penguatan identitas visual, pacu rakik berpotensi berkembang menjadi daya tarik wisata yang lebih besar, sekaligus memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. Dengan metode pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Sedangkan metode analisis data menggunakan analisis SWOT dan AIDA yang masing-masing memiliki kelebihan, seperti: Metode SWOT membantu melihat kondisi internal dan eksternal secara menyeluruh, memudahkan penentuan prioritas, dan merumuskan strategi yang tepat. Metode ini juga mudah digunakan, fleksibel, dan cocok untuk berbagai rencana, sedangkan metode AIDA unggul karena memberikan alur komunikasi pemasaran yang jelas, dari menarik perhatian hingga mendorong tindakan. Kerangka ini mempermudah penyusunan pesan promosi yang persuasif, relevan di berbagai media, dan efektif meningkatkan minat serta konversi audiens. Hasil dari perancangan ini menyajikan informasi mengenai event pacu rakik secara tepat sasaran melalui video promosi, lalu didukung dengan media poster, feed, x-banner, kaos, gantungan kunci, dan stiker.
Copyrights © 2025