Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan strategi pencahayaan berbasis warna sebagai instrumen naratif untuk memvisualisasikan kondisi psikologis tokoh utama yang menderita Anxiety Disorder dalam film fiksi "Lily". Fokus utama adalah bagaimana warna biru dan merah diintegrasikan dalam skema pencahayaan low-key untuk mengomunikasikan kecemasan dan konflik internal secara visual. Metode penciptaan karya meliputi tahap persiapan, perancangan diagram pencahayaan, perwujudan produksi, dan penyajian karya melalui screening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna biru efektif dalam merepresentasikan isolasi dan kesedihan, sementara warna merah menggambarkan ketegangan dan otoritas. Kesimpulannya, sinematografi berbasis warna mampu mentransformasikan kondisi mental yang abstrak menjadi pengalaman visual yang emosional bagi penonton.
Copyrights © 2025