Transformasi digital dalam pemerintahan telah menjadi kebutuhan mendesak untuk mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, inovasi, serta tantangan aplikasi Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (SiBadra) di Kota Bogor dalam kerangka E-Government. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menggunakan data sekunder berupa dokumen resmi, literatur ilmiah, dan rekam jejak digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SiBadra telah berjalan cukup efektif dengan dukungan regulasi yang kuat melalui Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2019. SiBadra berhasil meningkatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari 77,7 pada tahun 2021 menjadi 81,76 pada tahun 2024. Meskipun demikian, masih ditemukan hambatan teknis seperti kendala pendaftaran akun dan akurasi GPS, serta tantangan struktural berupa kurangnya efisiensi koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen internal dan literasi digital masyarakat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi SiBadra sebagai instrumen pemerintahan digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026