Penelitian ini menganalisis pelanggaran nilai-nilai Pancasila terhadap kedisiplinan di SMA Negeri 1 Cimarga dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur dan berita terkait peristiwa yang terjadi. Fokus penelitian adalah kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap siswa yang kedapatan melanggar aturan, yang melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Sila Kedua dan Sila Kelima Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh kepala sekolah menimbulkan ketidakjujuran siswa, menurunkan kepercayaan orang tua peserta didik terhadap pihak sekolah, serta memicu aksi mogok sebagai bentuk protes, sehingga menciptakan tingkat kedisiplinan siswa menurun. Peneliti menyarankan penerapan sistem pendisiplinan yang adil tanpa kekerasan, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), implementasi nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran, serta kerjasama aktif dengan orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila.
Copyrights © 2026