Festival Pacu Jalur merupakan representasi kultural dan tradisi perlombaan perahu tradisional yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Meskipun telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda nasional, representasi visual dari festival ini dinilai belum memiliki standardisasi yang konsisten dan kuat untuk bersaing di level pariwisata global. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menciptakan sebuah sistem identitas visual yang komprehensif, mencakup logo, tipografi, serta elemen pendukung lainnya guna memperkuat citra dan daya tarik festival. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT guna memetakan potensi dan tantangan perancangan. Proses desain mengadopsi model AIDCA sebagai strategi komunikasi untuk memastikan efektivitas pesan visual. Hasil akhir dari perancangan ini adalah sebuah panduan identitas visual terpadu (Graphic Standard Manual) yang diimplementasikan pada berbagai media, seperti poster, merchandise, dan konten digital. Melalui perancangan ini, diharapkan festival Pacu Jalur memiliki identitas yang ikonik, profesional, dan mampu mempertegas eksistensinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.
Copyrights © 2026