Pembelajaran bahasa adalah sebuah proses yang kompleks yang tidak hanya fokus pada penguasaan tata bahasa, namun juga melibatkan aspek kognitif, sosial, budaya, dan lingkungan yang berdampak pada perkembangan siswa. Bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pembawa identitas dan nilai-nilai dalam masyarakat, sehingga pembelajaran bahasa harus dilihat dalam konteks sosial dan budaya di mana peserta didik berada. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada kajian literatur, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya memiliki peran krusial dalam menentukan variasi bahasa, cara berkomunikasi, dan makna simbolik, sementara lingkungan memberikan pengalaman autentik yang mempercepat proses penguasaan bahasa. Penggabungan kedua elemen ini terbukti sangat mendukung perkembangan kemampuan komunikasi siswa secara holistik, sehingga penting untuk merancang pembelajaran yang responsif terhadap budaya dan relevan dengan lingkungan nyata agar proses belajar bahasa menjadi lebih berarti dan efektif.
Copyrights © 2026