Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam pendidikan nasional yang tujuannya membentuk manusia seutuhnya, beriman, berakhlak mulia, serta mampu berperan aktif dalam kehidupan sosial. Namun, berbagai fenomena penyimpangan perilaku anak menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta masyarakat dan kebijakan pemerintah sebagai faktor utama keberhasilan dalam pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam membentuk karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan orang tua, sekolah, masyarakat, dan juga kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat berperan penting melalui keteladanan, pembiasaan nilai-nilai moral, penerapan norma sosial, serta keterlibatan program pendidikan berbasis komunitas. Sementara itu, pemerintah berfungsi sebagai regulator, fasilitator, pendamping, mitra, dan penyandang dana melalui kebijakan pendidikan, kurikulum, dan penciptaan iklim sosial yang kondusif. Sinergi antara partisipasi masyarakat dan kebijakan pemerintah terbukti menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pendidikan karakter anak. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dioptimalkan guna membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berkarakter di tengah tantangan global.
Copyrights © 2026