Pesatnya pertumbuhan rumah tahfidz dalam dua dekade terakhir menandakan tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak rumah tahfidz yang belum memiliki sistem manajemen yang terstruktur, sehingga menghambat efektivitas dakwah dan kualitas pembinaan hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an dalam pengembangan dakwah di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama: pimpinan rumah tahfidz, ustadzah tahfidz, dan mitra dakwah. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen di Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an telah mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program yang adaptif dan kolaboratif. Rumah tahfidz ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan hafalan, tetapi juga basis pengembangan dakwah sosial berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan strategi manajerial berbasis kemitraan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung efektivitas dakwah Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025