Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Utilization of Zakat Based on Qawa’id Fiqhiyyah as a Solution to the Issues of Illegal Online Loans Rizki Hasanah; Agus Mukmin; Rachmiya Saputri; Peny Cahaya Azwari
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 5 No. 1 (2025): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58879/ijcep.v5i1.78

Abstract

Illegal online loans have become a common solution for people facing emergency financial needs, particularly in relation to family economic challenges. As a way to address the growing number of gharimin (debtors), this study explores the utilization of zakat based on qawa'id fiqhiyyah as a potential solution to the illegal online loan problem. This study uses a library research methodology with a descriptive qualitative approach. The findings indicate that zakat, when based on qawa'id fiqhiyyah, has not been fully optimized as a solution for illegal online loans. Factors such as the unclear classification of gharimin within the seven asnaf categories defined in Islamic law contribute to this issue. The study identifies key principles that justify the distribution of zakat to victims of illegal online loans. First, Al-Masyaqqah Tajlibu At-Taysīr (difficulty invites ease) suggests that Islamic law allows for flexibility and relief in times of hardship. Second, the principle of darurah (necessity), which permits the relaxation of prohibitions in critical situations, applies to individuals burdened by illegal debt. Third, Dar' al-Mafāsid Muqaddam' ala Jalb al-Maṣāliḥ (prevention of harm takes precedence over the pursuit of benefits) emphasizes that the risks such as psychological stress, social stigma, and even suicide, should be mitigated by preventing further harm through zakat. Finally, the principle of Al-‘Ādah Muḥakkamah allows for the inclusion of social customs as a legal basis, provided they do not conflict with Islamic law. This research offers a novel approach by integrating zakat within the broader legal and social context to address the issue of illegal online loans in Indonesia. The study contributes to the literature by highlighting zakat as an underutilized resource in combating financial exploitation in the digital age, providing new insights into the intersection of Islamic financial principles and contemporary economic challenges
Peran Media Digital Dalam Meningkatkan Partisipasi Generasi Muda Pada Pengajian Akbar Ahad Wage Siti Nur Aisah; Agussalim; Agus Mukmin; Purwandari, Elce; Depi Putri
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1643

Abstract

This study aims to explore the role of digital media, particularly Facebook and WhatsApp, in increasing youth participation in the Pengajian Akbar Ahad Wage (Sunday Grand Islamic Gathering) in Sukakarya District. Employing a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with religious leaders, youth organization leaders (IPNU–IPPNU), active and less active youth participants, and community members. The findings reveal that digital media plays a strategic role in disseminating information, fostering engagement, and creating a religious space that aligns with the digital habits of younger generations. Key supporting factors include easy access to technology, the active involvement of youth in digital promotion, and support from parents and community leaders. However, challenges such as low digital literacy, unstable internet infrastructure, and lack of content innovation remain. In conclusion, digital media has the potential to become an inspirational and transformative tool for religious outreach if managed collaboratively and contextually.
Strategi Muhammad Sayyidul Barqi Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah Di Kalangan Gen Z Kota Lubuklinggau: (Studi Kasus Konten Dakwah Pada Akun Instagram @baaarqi_) Dina Hidayah; Agus Mukmin; Depi Putri; Purwandari, Elce
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi dakwah Muhammad Sayyidul Barqi dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada kalangan Generasi Z melalui platform media sosial Instagram, khususnya pada akun @baaarqi_. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, termasuk Gen Z di Kota Lubuklinggau, menuntut adanya pendekatan dakwah yang adaptif dan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi dakwah yang digunakan, bentuk penyesuaian konten terhadap karakteristik Gen Z, serta tantangan dan peluang dalam menyampaikan dakwah digital melalui Instagram. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung pada akun Instagram @baaarqi_, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari dai (Muhammad Sayyidul Barqi), pengikut dari kalangan Gen Z, dan dosen prodi manajemen dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barqi menggunakan strategi dakwah yang komunikatif, visual, dan relevan dengan isu-isu keseharian remaja, serta memanfaatkan fitur-fitur Instagram untuk memperkuat pesan. Penyesuaian gaya bahasa, konten kreatif, dan keaktifan interaksi menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau audiens muda. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus eksploratif terhadap strategi dakwah digital berbasis Gen Z yang belum banyak dikaji secara mendalam pada konteks lokal. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa dakwah digital yang efektif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya teologis, tetapi juga sosiologis dan komunikatif.
Implementasi Manajemen Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an Dalam Pengembangan Dakwah di Kota Lubuklinggau Purwandari, Elce; Elzan Tamara; Agussalim; Agus Mukmin; Depi Putri
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1766

Abstract

Pesatnya pertumbuhan rumah tahfidz dalam dua dekade terakhir menandakan tingginya animo masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai spiritual. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak rumah tahfidz yang belum memiliki sistem manajemen yang terstruktur, sehingga menghambat efektivitas dakwah dan kualitas pembinaan hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an dalam pengembangan dakwah di Kota Lubuklinggau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tiga informan utama: pimpinan rumah tahfidz, ustadzah tahfidz, dan mitra dakwah. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen di Rumah Tahfidz Sahabat Qur’an telah mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program yang adaptif dan kolaboratif. Rumah tahfidz ini tidak hanya menjadi pusat pembinaan hafalan, tetapi juga basis pengembangan dakwah sosial berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan strategi manajerial berbasis kemitraan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung efektivitas dakwah Al-Qur’an secara berkelanjutan.