Manajemen dakwah di lingkungan pondok pesantren memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan santri, khususnya melalui program-program internal seperti grup Muhadhoroh. Namun, masih sedikit penelitian yang secara spesifik menelaah bagaimana proses manajerial dakwah diterapkan untuk mengembangkan keterampilan santri di dalam forum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi manajemen dakwah dalam kegiatan grup Muhadhoroh di Pondok Pesantren Riyadhul Aliyyah dan dampaknya terhadap pengembangan keterampilan santri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terlibat langsung dalam kegiatan Muhadhoroh yang terdiri dari santri aktif, perwakilan pimpinan pondok pesantren, korrdinator/penanggung jawab program, pengajar ilmu dakwah, dan alumni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dakwah berjalan secara sistematis dengan dukungan pembimbing yang kompeten. Kegiatan Muhadhoroh berhasil meningkatkan keterampilan public speaking, rasa percaya diri, penguasaan materi dakwah, serta kemampuan kerja sama antar santri. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penekanan fungsi manajemen dakwah sebagai strategi pengembangan keterampilan non-akademik santri secara terstruktur dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis dalam pengelolaan pendidikan dakwah di pesantren berbasis manajemen yang aplikatif.
Copyrights © 2025