Rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-efficacy siswa sehingga siswa tidak mampu memberikan ide-ide kreatif selama pembelajaran serta kurang percaya diri. Dengan demikian, dibutuhkan model pembelajaran yang mampu mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-efficacy siswa. Model yang dapat diterapkan adalah discovery learning. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-efficacy siswa. Jenis penelitian quasi experiment. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X MAS Ulumuddin. Teknik penentuan sampel memakai purposive sampling, dimana kelas X-C sebagai kelas kontrol dan kelas X-E sebagai kelas eksperimen. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket self-efficacy siswa. Pengujian hipotesis pada tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket self-efficacy dengan uji parametrik independent sample t-test berbantuan software SPSS versi 25 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada tes kemampuan berpikir kreatif matematis didapat nilai signifikansi sebesar 0,000 dan hasil uji hipotesis angket self-efficacy didapat nilai signifikansi sebesar 0,000. Sesuai dengan kriteria pengujian hipotesis Asymp Sig. 2-tailed < 0,05 dengan demikian terdapat pengaruh yang signifikan model discovery learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-efficacy siswa.
Copyrights © 2025