Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap lemahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa adalah media pembelajaran yang kurang inovatif. Penggunaan media belajar yang repetitif dan minim interaksi cenderung membuat siswa kehilangan minat, kurang aktif dalam pembelajaran, serta tidak termotivasi mengeksplorasi ide-ide baru. Oleh karena itu, diperlukan media yang variatif, interaktif, dan mampu mendorong pengembangan kemampuan berpikir kreatif secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara penggunaan aplikasi Geogebra dan Desmos terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen dengan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Populasi terdiri atas siswa kelas X di SMAS Iskandar Muda, dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui pendekatan sampling jenuh. Kelas X-A ditetapkan sebagai kelompok eksperimen 1 yang menggunakan Geogebra, sedangkan kelas X-B sebagai kelompok eksperimen 2 yang menggunakan Desmos. Alat pengumpulan data berupa tes kemampuan berpikir kreatif dalam matematika. Pengujian dengan Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi 0,504 > 0,05, yang menunjukkan bahwa diterima. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan Geogebra dan Desmos terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa.
Copyrights © 2025