Penelitian ini mengevaluasi implementasi Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang beban kerja guru di SDN 03 Latak, sebuah sekolah dasar semi-rural di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif Model CIPP (Context, Input, Process, Product) dan analisis Miles, Huberman, & Saldaña (2014), penelitian ini menggali pemahaman, kesiapan sumber daya, dinamika pelaksanaan, serta dampak kebijakan terhadap kapasitas SDM pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan ini relevan namun implementasinya menghadapi kesenjangan pemahaman literasi kebijakan, variasi kesiapan SDM, keterbatasan infrastruktur digital, serta supervisi yang belum optimal. Beban kerja guru relatif seimbang namun pengembangan profesional dan inovasi pembelajaran belum mendalam, sementara kolaborasi guru belum terlembaga. Dampak positif terlihat pada profesionalisme behavioral dan attitudinal, namun aspek intellectual masih lemah. Kesimpulan utama adalah implementasi kebijakan berada pada fase transisi yang membutuhkan dukungan sistemik, pendampingan intensif, dan penguatan kapasitas bertahap dari tingkat sekolah hingga nasional. Saran difokuskan pada penguatan literasi kebijakan guru, supervisi akademik berbasis data, digitalisasi administrasi, pelembagaan kolaborasi, pendampingan teknis pengawas, serta penyempurnaan kebijakan operasional dan infrastruktur TI.
Copyrights © 2025