Transformasi bisnis digital menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing di era ekonomi digital, termasuk bagi UMKM berbasis budaya seperti Tenun Ikat di Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta merumuskan strategi transformasi bisnis digital pada UMKM Tenun Ikat di Kabupaten Sikka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 7 pelaku UMKM Tenun Ikat dan 3 perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terbatas, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tenun Ikat memiliki kekuatan utama pada nilai budaya dan keunikan motif, kualitas produk handmade, serta ketersediaan tenaga penenun terampil. Namun, kelemahan masih terdapat pada rendahnya literasi digital, manajemen usaha yang belum profesional, keterbatasan modal, kualitas visual produk, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dari sisi eksternal, peluang besar berasal dari pertumbuhan e-commerce, tren produk etnik dan sustainable fashion, serta dukungan program pemerintah, sementara ancaman meliputi persaingan produk tekstil massal murah, produk tiruan, fluktuasi bahan baku, dan perubahan tren fashion. Pemetaan SWOT menempatkan UMKM Tenun Ikat Kabupaten Sikka pada Kuadran I, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy) melalui penguatan branding digital berbasis budaya, pemanfaatan marketplace, inovasi produk, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata dan industri kreatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pendampingan yang lebih tepat sasaran dalam mendorong transformasi bisnis digital UMKM berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025