Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) mengandung flavonoid, vitamin C, dan asam organik yang berpotensi meningkatkan kualitas telur ayam ras petelur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ekstrak belimbing wuluh terhadap panjang oviduk, berat telur, dan kualitas albumen (Haugh Unit). Rancangan acak lengkap digunakan dengan empat perlakuan dosis ekstrak (P0 = kontrol, P1 = 0,5 mg, P2 = 1 mg, P3 = 1,5 mg) dan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa panjang oviduk (58,6–63,2 cm) dan berat telur (45,46–50,43 g) tidak berbeda nyata antar perlakuan (p>0,05), tetap berada dalam kisaran fisiologis normal ayam ras petelur umur 80 minggu. Sebaliknya, Haugh Unit meningkat signifikan (p<0,05) dari 64,33±3,72 (kontrol) menjadi 85,58±1,53 (P3), menunjukkan perbaikan kualitas albumen. Temuan ini menegaskan bahwa ekstrak belimbing wuluh lebih berpengaruh pada kualitas fungsional telur dibandingkan morfometri reproduksi. Kesimpulannya, ekstrak belimbing wuluh berpotensi sebagai fitofarmaka lokal untuk meningkatkan mutu albumen tanpa mengubah ukuran telur maupun panjang oviduk, sehingga relevan bagi peternak dalam mendukung produksi unggas berkelanjutan.
Copyrights © 2025